Akhirnya kami menyudahi sesi “perkenalan” Ghani hari ini setelah menyantap lima porsi pecel ayam lebih banyak dari jumlah kami yang hadir sekarang. Itu berarti hanya ada satu orang yang tidak ikut makan dengan porsi double, dan alasannya bukan karena malu-malu. Siapa lagi kalau bukan Mimi. “Enggak boleh makan banyak biar besok pagi bajunya tetap muat di badan. Aku gak boleh mengembang dalam semalam. Please, please, please.” Dia merepet. Kejadian yang menimpa Lulu sebelum hari pernikahannya menjadi pelajaran yanh sangat berharga sekali buat kami. Tidak ada seorang pun dari kami yang menginginkan hal yang sama terjadi pada diri kami. Oh My Goodness, jangan sampai.
Di kalakian mobil segera bergerak menuju ke rumah Mimi untuk mengantarkan empat orang Teletubbies yang sudah menginap di sana dari kemarin malam sebelum Ghani dan aku sampai ke rumah.
“Kenapa, Kay?” Dari sudut mata aku bisa melihat Ghani kini tengah menatap bagian samping wajahku dengan oandangan yang penuh rasa penasaran dari kursi penumpang. “Ada apa? Apa semuanya baik-baik aja? Siapa yang telepon tadi? Si Rian, bukan?”
Aku hanya mengangkat bahu, berharap mengetahui kenyataan yang terjadi secepatnya. “Bang Rian bilang enggak ada apa-apa, tapi aku malah tambah enggak tenang habis dengar itu. Semoga aja aku salah.”
Disentuhnya bahuku lembut. “Udah, ya. Tenang aja. Aku yakin si Rian ngomong jujur.” Ghani lalu tersenyum lembut, mencoba menenangkanku.
Kutolehkan pandanganku padanya sebentar, lalu membalas senyumnya. “Thanks, Ghan.”
"Anything, Kay. Anything."
****
Mobil berhenti di halaman rumah kirang lebih tiga puluh lima menit kemudian. Sudah hampir pukul setengah sepuluh malam, keluarga Papa dan Mama yang datang dari luar kota pasti sudah kembali ke penginapan untuk beristirahat. Seperti yang sudah Bang Rian katakan tadi, besok adalah hari yang besar, tidak hanya untuknya, akan tetapi juga untuk seluruh keluarga.
“Nah, benar, kan? Rumah kayaknya aman-aman aja. Gak ada sesuatu yang jelek terjadi. Kamu tuh uda…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
29. Ini Benaran, Kan?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments