Aku memutuskan sambungan telepon karena sudah kehilangan fokus. Setelah mendengar apa yang diucapkan Bang Rian, perasaanku juga seakan-akan langsung mati. Hampa. Tidak ada yang bisa kurasakan lagi. “Ghan, yuk, jalan.”
Ghani meletakkan mobil-mobilan yang dipegangnya, dia bingung dengan perubahan mood-ku yang tiba-tiba. “What’s up?”
“Uni, aku sama Ghani ke Padang, ya. Mau ngantar Alex ke bandara,” terangku pada Uni Cya tanpa menghiraukan pertanyaan Ghani sembari berdiri.
Uni Cya yang duduk di sampingku juga terlihat bingung. “Sekarang?”
Aku mengangguk. Ghani kemudian ikut berdiri, mungkin mulai memahami situasi. Dia mengekor masuk ke dalam rumah. Kami melihat Alex keluar dari kamar tamu, tampak sudah siap dengan barang-barangnya. “We’ll be ready in five minutes.” Kalimat itu berlalu bersamaku yang hanya melewati Alex tanpa menoleh padanya.
Setelah berpamitan kepada keluarga di rumah, kami menuju ke rumah Mimi agar Alex bisa bertemu dengan Bang Rian yang menatapku penuh rasa bersalah saat kami akan berangkat. Aku hanya membalasnya dengan tersenyum lemah.
What else can I do?
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari kami yang mencoba untuk memulai percakapan. Ghani sibuk berkonsentrasi pada jalanan sementara mendengarkan musik yang mengalun lembut dari speaker mobilku dan aku sibuk memperhatikan apa pun selain orang yang duduk di kursi belakang. Berharap musik dan pemandangan bisa mengembalikan tenaga yang seketika terkuras seteah menerima telepon Bang Rian tadi. Everything’s over. What should be over years ago.
Mungkin ini waktu Tuhan yang Ghani bicarakan. Mungkin ini cara Tuhan yang dia maksud. Lepaskan saja. It is the time to let go.
Kami sampai di bandara pukul dua lebih dua puluh lima menit. Semenjak memasuki gerbang bandara tadi aku pura-pura tertidur. Aku tak mau ada basa basi di antara kami apa pun bentuknya. Ghani menghentikan mobil di parkiran.
“Thank you for the ride.” Aku mendengar lelaki itu berkata. Sepertinya Alex mengemasi bawaannya sebelum turun da…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
33. Take the Pain Away
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments