Siapa yang harus menghubungiku sekarang?
Getar ponsel yang diletakkan di atas meja menimbulkan bunyi aneh, bunyi yang berhasil membuat konsentrasiku menjadi buyar. Materi yang sedang kubahas rasa-rasanya berserakan di dalam otak. Aku sangat tidak suka jika diganggu saat mengajar.
Namun, karena benda itu terus saja bergetar, aku akhirnya menyerah. Setelah meminta maaf kepada mahasiswa yang ada di dalam kelas dan meminta mereka untuk melanjutkan diskusi, aku ke luar dengan membawa ponselku. It’s better a good news.
Telepon dari Bang Rian.
Aku menatap layar, dua belas panggilan tak terjawab dari nomor abangku itu. Sebaiknya telepon ini bukan hanya karena masalah persiapan pernikahannya saja, ya. Bukannya aku mau bilang kalau urusannya tidak penting, akan tetapi dia juga harus mengerti posisiku saat ini. Aku sedang bekerja, tidak mungkin aku akan ada setiap kali dia menginginkan bantuanku.
But, dang it. Aku be ci terdengar seperti seseorang yang tidak tahu terima kasih seperti yang baru saja kulakukan.
Aku menyentuh tanda panggil untuk menghubungi nomornya lagi. Bang Rian sekonyong-konyongnya menjawab dalam deringan pertama. “Dek!” serunya dengan kegirangan yang sangat tidak biasa.
How on earth can he be that excited?
“Iya, what's up? Aku lagi ngajar, Abang, enggak bisa angkat telepon tadi. Ada apa Abang menghubungi aku berkali-kali? It’s better for a good reason.” Aku masih berusaha menahan kekesalanku. Seminggu sebelum pernikahan bisa jadi waktu yang sensitif bahkan bagi calon mempelai pria.
“Ngg ... sorry, sorry. Abang tahu, Dek, tapi ada yang mau Abang omongin. Ngg .... Penting. Tapi, Abang gak tahu mulai dari mana. Eh, aduh, gimana ya?” Di seberang sana Bang Rian terdengar ragu-ragu dengan ucapannya sendiri.
Sudahi saja, Kayra, daripada kamu ngamuk dan Bang Rian jadi ngambek atau tersinggung. No time for that now. Ada empat puluh orang yang sedang menunggu kehadiran kamu untuk melaksanakan tugas sebagai seorang pengajar. Jangan terbiasa makan gaji buta begini, deh…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
27. Dasar Mereka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments