Bang Rian terlihat resah, sama tidak nyamannya denganku. “Maafin Abang, Dek. Abang lupa.”
“Maksudnya?” Aku menyilangkan kedua tangan di depan dada. “Abang lupa apa?”
Bang Rian kemudian mengajakku untuk duduk di atas tempat tidur. “Iya, Abang lupa bilang sama kamu kalau Alex pernah telepon Abang. Ingat waktu Abang telepon kamu pas ngajar waktu itu? Nah, itu karena Alex abis telepon Abang sebelumnya. Dia tanya kabar kita semua, terus Abang kasih tahu aja kalau Abang mau nikah. Dia cuma bilang selamat, enggak ada pemberitahuan apa pun kalau dia mau datang ke sini. Lagian Abang mau kasih tahu, eh, kamunya marah-marah. Jadi lupa, deh.”
Aku hanya diam mendengarkan penjelasannya. Apa maksudnya ini, Tuhan? “Kayra juga minta maaf udah marah-marah sama Abang kemarin itu." Kuembuskan napas panjang, berharap ketegangan ini bisa menguap bersama dengan karbondioksida yanb keluar dari tubuh. "Terus aku sekarang harus gimana, Bang?” Rasa malu, bingung, kesal bercampur dalam dadaku. Namun, tak kutepis kenyataan bahwa di sana juga ada bahagia, bahkan ... rindu yang kembali mulai berdenyut. Tak kusangka aku akan bertemu lagi dengannya. Dia ada di sini. Alex ada di balik pintu itu bersama keluargaku.
Bang Rian tersenyum melihat guratan-guratan emosi di wajahku. Kenapa dia malah tersenyum? “What you gotta do is do anything you didn’t in the past." Dia menepuk pipiku dengan lembut. "You got me?” jawabnya di kalakian. “Maybe this is the answer to all of your prayer.”
Segera saja aku melompat ke dalam dekapan Bang Rian. Kubenamkan wajahku ke dalam pelukannya. “I’m scared and confused. How can I do ... that?” Kuhembuskan napas panjang lagi.
Pelukan abangku itu menjadi terasa lebih erat. “I know. Sekarang lebih baik kamu istirahat aja dulu. We’ll face everything tomorrow. It’s a big day for me, and for you.” Sebelum berdiri dan bersiap melangkahkan kaki keluar dari kamar ini, dia menepuk-nepuk punggungku sebagai bentuk dari dukungannya. “Tapi, Dek, aku ragu kalau Ghani bakal senang ketemu s…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
30. Bagaimana Kalau ....
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments