Liburan sudah usai, semester baru pun dimulai. Waktu itu Ghani dan aku sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara resepsi anak dari salah satu dosen senior universitas ketika sebuah panggilan masuk ke ponsel Ghani. Dia di kalakian menepikan mobil untuk mengangkat telepon tersebut. “Halo?”
Sayup-sayup terdengar suara seseorang dari ujung sana.
“Iya, gue lagi bareng Kayra, nih. Bentar, gue kasih teleponnya ke dia. Tunggu.” Ghani kemudian menyerahkan ponselnya kepadaku. “Rian.”
Aku menatap Ghani dengan heran. Kenapa Bang Rian menelepon Ghani hanya untuk berbicara denganku? Yang kutatap hanya mengedikkan bahunya.
Ah, iya! Aku lupa mengaktifkan nada dering ponselku. Kuambil benda itu dari tangan Ghani dan mendekatkannya ke telinga setelah menyiapkan jiwa dan raga untuk menghadapi omelan dari si cerewet itu. “Ya, Bang?”
“Hapemu di mana sih, Dek? Dari tadi Abang telepon enggak pernah diangkat. Abang cemas tahu, Dek.” Nah, kan. Diomelin.
“Di dalam tas, Abang, tadi Kayra silent soalnya lagi di acara nikahannya anak Pak Amir. Kenapa Abang telepon aku?” Mengalihkan isu pembicaraan adalah langkah yang paling tepat saat ini.
“Abang mau mastiin jumlah undangan buat kamu. Soalnya besok Abang mau ke Padang, biar sekalian Abang bawain. Kalau nunggu kamu pulang nanti kelamaan.” Sekarang calon pengantin pria juga mulai ikut-ikutan rempong ngurusin undangan. Maklumlah, acaranya kurang lebih hanya tinggal satu bulan lagi.
Sambil mendengarkan ocehan Bang Rian, aku melirik Ghani yang sedang asik memerhatikan lalu lintas di luar mobil yang berhenti. “Bawain lima puluh buah aja dulu, Bang, soalnya nanti kan aku cuma ngundang orang jurusan sama beberapa dosen yang aku kenal. Teman-teman yang mau diundang di sini juga enggak banyak. Kayra rasa segitu aja dulu udah cukup.”
“Oke deh. Eh, jangan lupa bilangin Ghani harus udah ada di rumah sebelum acara nikahannya, ya. Gak benar kalau dia gak datang sebelum itu.”
Aku memutar bola mata. Entah apa obsesinya terhadap kehadiran si Ghani…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
26. Kumohon Tuhan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments