Setelah puas berbagi cerita bersama dan melihat betapa cekatannya Lulu sebagai seorang ibu muda, tepat pukul empat sore kami berpamitan. Mimi kembali duduk di belakang kemudi. Dia menghidupkan mesin mobil dan membunyikan klakson sekali sebelum mobil meluncur kembali ke jalanan.
“Eh, Mi, yang lain udah tahu kalau kamu jadian sama Bang Rian?” Satu pertanyaan yang dari tadi mengganjal di kepala semenjak melihat reaksi Lulu yang agak kaget ketika aku memberi tahu dia bahwa Mimi sedang main di rumahku saat aku akan berencana pergi ke sini. Dia juga bertanya-tanya kenapa Bang Rian mau saja melepaskan aku pergi dengan orang selain dia.
Aku menangkap sinyal bahwa belum ada yang tahu di antara Teletubbies yang lain selain aku. Sekarang aku ingin tahu apa yang menjadi alasannya.
Mimi tersenyum simpul dan menggeleng pelan, sepertinya dia juga enggan mengakui kebenaran itu. Aku benar-benar terkejut dengan keputusan Mimi. Ini sudah tujuh bulan lebih setelah aku ke luar dari rumah sakit, saat mereka mengakui dan "meminta restu" dariku. “Kenapa, Mi?” selalu ada alasan di balik semua tindakan yang seorang Mimi ambil.
Dia mengembuskan napas pelan. Lagi-lagi dia mengedikkan bahu. “Engga tahu sih, Kay. Maunya dirahasiain dulu, biar rasanya lebih serius aja gitu. Kalau aku kasih tahu yang lain, terus aku digodain melulu soal hubungan kami, kan jadi malas. Apalagi ini Bang Rian loh, Kay. Kamu tahu banget sikap aku sama dia dari dulunya gimana.” Mimi mencoba menjelaskan sambil terus menatap jalanan. “Yaaah, walaupun aku tahu yang lain nanti pasti akan tetap mendukung hubungan kami, tapi sekarang aku mau jalanin kayak gini dulu aja. Enggak ada maksud buat apa-apa sama mereka, tapi kamu tahu lah aku gimana kan, yaa?”
Kini giliranku yang mengangguk pelan. Sedikit banyaknya aku setuju dengan pendapat Mimi. “I can say we’re in the same boat, Mi. Aku masih belum bisa cerita soal Alex ke mereka, bahkan sampai sekarang. Aku juga enggak ada maksud apa-apa, just this is the way my heart want it. A…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
18. Satu Tahun Kemudian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments