16. Move On? Let's See

Ceritaku selesai. Untuk waktu yang cukup lama Bang Rian hanya bisa terdiam. “Kok Abang diam aja, sih?” sindirku. Biasanya abang nomor duaku ini adalah orang yang paling aktif memberikan komentar.

Dia memonyongkan bibirnya, lalu menarik bibir monyong itu ke samping sambil terus melancarkan aksi bungkam. setelah beberapa saat, dia menggeleng. Di kalakian pun dia mendecak. “Aku gak tahu harus ngomong apa, Dek,” akunya setelah mengembuskan napas panjang.

Aku tertawa. Ya, tertawa. Karena, menurutku, sikap si Rianza Salim itu agak lucu. Bagaimana tidak? Dia pasti sedang kehilangan akal sehatnya sebab tidak ada yang bisa dilakukannya dalam situasi ini. Jelas, karena tidak ada yang bisa disalahkan selain aku.

“Kamu kok ketawa sih, hah?”

Dia menyenggol lenganku menggunakan sikunya dengan lembut.

Aku mengangkat sebelah bahu. “Kayaknya Abang kesal, ya? Abang kesal kan karena gak bisa salahin Alex? Secara akunya yang salah.” Rasa nyeri yang telah menjadi sahabat sejatiku selama tiga hari ini sekonyong-konyongnya hadir lagi. Senyumku kini terasa begitu pahit, seperti setelah menggigit pare segar mentah-mentah. “Ini semua karma buat Kayra, Bang.” Aku ikut-ikutan mengembuskan napas panjang. Ramainya perasaan membuat dada ini menjadi sesak hingga rasanya sulit sekali menghirup oksigen.

Kurasakan sebuah telapak tangan mengusap rambutku. “Menurut Abang, kalian berdua salah, Dek. Dia gak memberikan kesempatan buat kamu untuk menjelaskan semuanya dari awal. Kamu salah karena gak nepatin janji. Sekarang kalian sedang dihukum Tuhan karena kesalahan masing-masing.”

“But I did the worst, Bang.” Aku bersikukuh dan memotong kalimat Bang Rian.

“nyalahin diri sendiri gak bakal ada gunanya, Dek. Gak akan mengubah keadaan. Udahlah. Let it go. Ikhlasin. Kamu udah pernah berhasil move on sebelumnya, kan? Yang harus kamu lakukan sekarang adalah mengulangi apa yang kamu lakukan saat itu. Maafkan diri kamu. Let it go. Get a move on.”

“Abang ingat kan kalau Alex yang ngebantu aku melewati semua yang A…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!