"Jadi beli sesuatu dulu buat Rindu sama Lulu?” Mimi bertanya kepadaku dari balik kemudi. Kami sedang berada di dalam perjalanan ke rumah Lulu yang setelah menikah pun memutuskan untuk tetap tinggal di kediaman orang tuanya yang berjarak sekitar dua jam daei rumahku. Sebelum berangkat tadi, Mimi berhasil memaksa Bang Rian untuk tidak ikut bersama kami. Dia juga berhasil memaksaku untuk duduk di kursi penumpang dengan alasan “keselamatan berlalu lintas”.
“Beli apa lagi, ya? Padahal kemarin kan kita udah beli baju lumayan banyak.” Aku memperbaiki letak kacamata hitam yang agak melorot. “Beli apaan dong, Mi? Aku jadi bingung,” ungkapku sambil masih tetap sibuk mengurusi kacamata RayBan yang aku pakai.
“Coba cek di map dulu deh. Nanti kita mampir aja di toko peralatan Mom and Baby yang ada di jalan ke rumahnya Lulu aja. Cari yang jual permainan edukatif sekalian. Eh, tapi .... Gak usah beli mainan deh. Beli buat Lulu aja. Daster yang lucu kan banyak. Iya, iya. Beliin daster aja. Kalau kamu bingung entar biar aku yang bantu pilih. Tapi, tetap kamu yang bayar, ya? Deal?” Sahabat yang tak kusangka-sangka menjadi kekasih dari abangku itu sibuk berbicara sendiri dan mengambil kesimpulan sendiri. Aku hanya bisa menggeleng. Mimi mwmang memiliki sisi yang penuh dengan ... quirks. Mungkin itulah yang membuat Bang Rian jatuh hati padanya.
“Huuu." Aku mencibirnya. "But, oke deh. Deal.”
Cewek berambut panjang itu melirikku sebentar sebelum mengembalikan fokus ke arah jalanan yang ada di depan kami. “Sibuk banget ama kacamata, Neng!"
Aku segera membuang muka.
"Lagian, kamu sih. Pakai agenda menangis semalam aja hampir tiap hari belakangan ini. Sekarang kita itu mau ke tempatnya Lulu loh, Kay. Si Paling Suka Maksa di antara kita berlima. Nanti kalau ditanyain emangnya kamu mau jawab apa, hm?”
Kukedikkan sebelah bahu. Sambil terus menatap pemandangan yang melintas di balik jendela mobil, aku menimpali, "Rencananya sih aku mau beliin si Lulu banyak barang biar dia gak punya waktu buat n…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
17. Taylor Swift Always Right
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments