Kini aku sedang duduk di kursi pinggir kolam renang yang terletak di belakang bangunan utama rumah keluarga Rahardjo. Mama terdengar senang sekali saat kuberitahu perihal kunjungan keluarga Alex akhir minggu ini. Aku menutup telepon setelah menceritakan pengalaman pertamaku bertemu dengan keluarga mereka. Kusandarkan tubuh ke kursi, kuluruskan kaki kemudian menatap langit. Tak ada bintang, tak apa. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah ketenangan. Kupejamkan mataku. Kuhirup udara malam dalam-dalam lalu kukeluarkan perlahan. Kulakukan hal itu beberapa kali. Rasanya damai sekali.
Sembari memejamkan mata, kurenungkan apa yang telah terjadi beberapa hari ini. Kemudian kuputar ingatan jauh ke belakang, ke tahun-tahun yang aku habiskan untuk merindukan Alex. Bahkan sebelum itu, hari-hari di mana hanya ada Harris dalam ingatan dan Che yang selalu berusaha menggaduh. Hal-hal yang pernah terjadi, orang-orang yang selalu ada, nasihat yang mereka berikan serta keputusan-keputusan yang aku ambil dan terkadang malah semakin menyusahkan. Semua kuulang lagi dan lagi, akan tetapi saat melakukannya muncul perasaan yang aneh. Semakin kuulang, semakin besar rasa itu memenuhi dada.
Lalu kubuka mataku. Rasa di dalam dada membuncah hingga menggenangi mata. Satu tetes air mata mengalir di pipi. Lega. Akhirnya aku hampir sampai di tujuanku. Sedikit lagi, dan aku akan segera menerima hadiah atas perjuanganku selama ini. Inilah waktu Tuhan yang selalu disebut-sebut Ghani. Kini aku bisa melihat jalan ceritaku dengan utuh karena satu bagiannya hampir lengkap. Setelah waktu demi waktu kuarungi sampai hari ini.
“Hey, babe.” Suara itu menyadarkan aku pada keadaan. Alex sedang berjalan ke arahku, sebelumnya memberikanku privasi saat mengobrol bersama Mama di telepon. Aku tersenyum padanya dan memperbaiki posisi, kuturunkan kaki agar dia bisa duduk di sebelahku. “Is everything okay?” Aku mengangguk. Kutatap mata coklat yang dia warisi dari ibunya itu. “What?” Alex tersenyum salah tingkah saat aku men…
Untuk Lelaki Yang Telah Kupatahkan Hatinya
40. Because
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments