"Ta, apa yang terjadi, kalian dari mana." rentetan pertanyaan itu keluar dari bibir mama Lita.
"Bawa mas Jefri ke dalam dulu ma."
Mama Lita mengangguk, dia membantu Juita membawa Jefri masuk ke dalam.
Mama Lita hanya menggeleng pelan, matanya berkaca-kaca saat Juita menyelsaikan ceritanya.
Mama Lita menatap putranya yang terbaring dibankar dengan tatapan kosong dengan penuh rasa iba, cepat atau lambat, mama Lita yakin Jefri akan tahu semuanya, hanya saja, dia tidak pernah menyangka kalau putranya itu tahu dengan cara seperti ini.
"Ini salahku, ini salahku." Jefri terus menyalahkan dirinya sendiri, "Kalau aku tidak mengajak Gebi pergi, Gebi tidak akan pernah mengalami semua ini."
"Putraku." lirihnya pelan dan pilu, "Ini bukan salahmu sayang." mama Lita berusaha menenangkan putranya, sebulir kristal bening yang merembet dari sudut matanya buru-buru dihapus, hati ibu mana yang yang tidak sakit melihat kondisi putranya seperti ini, belum sepenuhnya sembuh dari luka fisik yang dideritanya, dan kini, putranya harus merasakan rasa bersalah karna keadaan Gebi.
"Ini salahku ma, kenapa bukan aku saja yang koma, kenapa harus Gebi." Jefri sekarang histeris, rasa bersalah membuatnya diluar kendali, dia memukul-mukul lengannya.
"Jefriiiii."
"Massss."
Mama Lita dan Juita kaget, tidak menyangka Jefri akan menyakiti dirinya seperti ini.
Mama Lita dan Juita berusaha menghentikan perbuatan Jefri dengan memegang lengan Jefri dikiri kanan.
"Lepasin aku ma, biarkan aku mati saja, aku tidak pantas hidup, aku laki-laki brengsek yang hanya bisa menyakiti wanita yang aku cintai." Jefri berontak.
"Sadarlah sayang, ini bukan salahmu, ini memang sudah takdir."
"Mas Jefri." Juita menangis terisak-isak, dia tidak tega melihat keadaan Jefri yang seperti ini, "Juita mohon mas, jangan sakiti diri mas Jefri."
Namun Jefri seperti sudah hilang akal, meskipun belum pulih sepenuhnya, dia berhasil melepaskan diri dari pegangan mama dan adik perempuannya.
"Juita, panggil dokter cepat."
Juita mengangguk dan…
MENGEJAR CINTA MANTAN
Draft
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments