Suasana dimeja makan dirumah kediaman keluarga Alvaro pagi itu terlihat sunyi senyap, hanya dentingan sendok yang terdengar mengisi keheningan, bahkan Ariz yang biasanya banyak bercloteh tidak bicara sama sekali, bibir bocah itu sudah seperti dilem.
"Araz, Ariz." tegur Gebi setelah sejak tadi hanya terdiam.
Kedua bocah itu tidak menyahut, mereka hanya menoleh saat nama mereka dipanggil oleh momi mereka.
"Kalian sebaiknya hari ini jangan masuk sekolah dulu ya sayang." kata Gebi, hal ini dilakukan agar kejadian kemarin tidak terulang kembali, dia tidak ingin Jefri kembali menemui Araz dan Ariz diam-diam.
Baik Araz dan Ariz yang saat ini sudah memakai seragam sekolahnya tentu saja protes, dimulai dari Ariz terlebih dahulu yang melayangkan protesnya, "Kenapa kami tidak boleh sekolah momi."
"Bukan tidak boleh sekolah Ariz, tapi untuk hari ini kalian libur dulu ya, besok-besok gitu masuknya." Gebi berusaha menjelaskan sepelan mungkin agar anaknya mengerti.
"Memang kenapa momi, kalau tidak sekolah, kami bisa bodoh." sahut Araz.
"Tidak masuk sehari atau dua hari tidak akan membuat kamu bodoh Araz, apalagi kedua anak momi anak yang cerdas."
"Tidak mau momi, Aliz mau sekolah." kukuh Ariz.
"Alaz juga tetap mau sekolah momi, Alaz bosan dirumah melulu."
"Ya Tuhan, apa sieh yang terjadi dengan putraku, kenapa mereka jadi pembangkang kayak gini sekarang." desah Gebi.
Meskipun kesal, namun Gebi berusaha untuk menekan rasa kesalnya, dia masih berusaha membujuk buah hatinya tersebut, "Mmm, bagaimana kalau hari ini kalian tidak masuk sekolah dulu, dan nanti saat momi pulang kerja momi beliin mainan dan es krim yang banyak untuk Araz dan Ari." Gebi berusaha menyogok putranya dengan imiing-iming mainan dan es krim.
"Tidak mau, Aliz sudah bosan makan es klim." alibinya yang membuat Gebi mengernyitkan keningnya, dia jadi berfikir, sejak kapan coba Ariz bosan makan es krim.
"Ariz bosan makan es krim."
"Hmm, soalnya kemarin om Jefli membelikan es klim yang buanyakk dan memberikan mainan k…
MENGEJAR CINTA MANTAN
MAKAN SIANGLAH DENGANKU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments
Jue
Sungguh Alasan Gebi benci Jefry tidak masuk akal buat aku , No Jefri saja tidak di block , Jangan Plin plan lah Gebi kalau masih cinta Jefri bilang saja , Daripada sikapmu nampak sangat kamu masih menaruh harapan untuk bersama dengan Jefri kasihan Rico yang hanya dipergunakan mu , Yang susah payah membesarkan Araz serta Ariz itu Rico Gebi , Bukannya Jefri yang memilih lepas tangan , Jagalah hati Rico yang pasti terluka dengan sikap kamu yang tak tegas , Sungguh alasan konyol kamu Gebi yang katanya tidak dapat menerima Jefri tapi di hati masih berharap untuk bersama .
2023-05-01
1