"Kamu bohongkan Jefri, kamu..."
Jefri kemudian memperlihatkan layar ponselnya dihadapan wajah Tina, dimana disana dia menjadikan foto kedua anaknya sebagai walpafer ponselnya, "Kamu lihat itu Tina, mereka adalah anak-anakku, anak kandungku." tegasnya untuk membuat Tina percaya.
Tina bisa melihat adanya kemiripan antara Jefri dan dua anak pada foto tersebut, dan dia tidak meragukan kalau kedua anak tersebut adalah anaknya Jefri.
"Jadi Tina, kamu sebaiknya menggagalkan perjodohan kita ini karna aku yakin kamu tidak akan mau menikahi laki-laki yang sudah memiliki anakkan."
Tina tidak langsung menjawab, dia terdiam, tentu saja disini Tina tidak akan melepaskan Jefri begitu saja, Jefri adalah tambang emas baginya, tampan, berasal dari keluarga terpandang dan pastinya kaya raya, itulah point utama yang dia kejar, sehingga Tina menjawab dengan tegas, "Tidak."
Jawaban Tina diluar dugaan Jefri, dia fikir Tina akan menjawab begini 'aku tidak sudi menikahi laki-laki brengsek yang telah memiliki anak sepertimu' itulah jawaban yang diharapkan oleh Jefri.
"Apapun yang terjadi, aku tidak akan membatalkan perjodohan kita Jefri, kamu camkan itu." jawab Tina tajam.
Jefri hanya melongo mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Tina.
"Jadi Jefri, jangan pernah bermimpi kalau aku akan membatalkan perjodohan kita." ujar Tina dengan penuh keyakinan.
"Dan Jefri, kamu sebaiknya jangan lupa makan yang banyak." Tina menepuk paparbag makanan yang dibawanya sebelum dia berlalu dari ruangan Jefri.
*****
Gak ada yang tahu kalau Ariz telah menelpon Jefri, ya kecuali bik Siti dan Araz tentunya, selama kedua orang ini tutup mulut, jelas semuanya akan baik-baik saja, tapi saat makan malam dimeja makan, bik Siti, wanita yang selalu menjunjung tinggi kejujuran itu agak gimana gitu, mungkin kata yang lebih tepatnya adalah merasa berdosa sehingga rasanya dia takut melihat mata majikannya, hal itu diungkapkan oleh mama Putri saat bik Siti kembali ke dapur setelah menata makanan dimeja, sejak tadi, saat di…
MENGEJAR CINTA MANTAN
MABUK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments