"Ma, bisa tidak mama tidak usah membahas hal-hal beginian, didepan anak-anak lagi." Gebi menekan kata-katanya, saat ini dia tengah dalam proses untuk melupakan perasaannya sama Jefri, dan dia risih mendengar sang mama terus-terusan mengatakan kalau Rico adalah laki-laki yang pantas untuk mendampinginya.
Mendengar kata-kata Gebi barusan membuat Rico jadi kecewa, dia memang pernah menyatakan perasaannya sama Gebi, dan Gebi memang sampai saat ini belum memberi jawaban sama sekali kepadanya, dan Rico tentu saja sangat berharap kalau Gebi membuka hatinya untuknya secara perlahan, Rico sangat mencintai Gebi, dulu, sekarang dan sampai nanti.
"Mamakan cuma ingin kamu dan anak-anakmu mendapatkan yang terbaik Gebi, dan menurut mama, Ricolah laki-laki yang tepat untuk menjadi pendampingmu." balas mama Putri.
"Tidak mau, Aliz tidak mau om Lico, maunya om Jefli." Ariz menimpali, bocah itu sepertinya mengerti dengan pembicaraan momi dan oma putrinya.
"Diam Ariz, kamu itu belum mengerti apa-apa." nada suara mama Putri meninggi, ini untuk pertama kalinya dia memarahi cucu kesayangannya, dan ternyata hal itu membuat Ariz menangis.
"Momi, huhuhu." Ariz mendekati Gebi dan memeluk kaki Gebi.
"Ma, jangan bentak Ariz begitu donk, Arizkan masih kecil." Gebi jadi emosi melihat putra bungsunya yang menangis.
Seharusnya mereka berbahagia karna papa Devan sudah diizinkan untuk pulang, ini mereka malah terjadi ketegangan.
Saat mama Putri akan membuka bibirnya untuk membalas kata-kata Gebi, papa Devan yang sejak tadi diam menimpali, laki-laki yang bisa dibilang sudah tidak muda itu terlihat gusar melihat putrinya dan istrinya berdebat didepan kedua cucunya, "Apa-apaan kalian ini, bisa-bisanya kalian berdebat didepan anak kecil dengan meninggikan suara kalian, seperti orang yang tidak terpelajar saja kalian ini."
"Maaf pa." lirih Gebi.
"Maaf pa." mama Putri juga meminta maaf.
Karna suasana menjadi tidak enak, Rico yang sebenarnya merasa tidak enak berada diantara keluarga itu kemudian berkata, "…
MENGEJAR CINTA MANTAN
BERDEBAT
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments