"Nahh, makan yang banyak bumil, agar kamu dan debaynya sehat selalu." kata Jefri yang saat ini memesan banyak makanan untuk adiknya.
"Terimakasih mas."
Jefri mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang, "Tidak perlu berterimakasih Ta, aku adakah kakakmu, jadi apapun yang kamu inginkan, selagi aku mampu, aku akan selalu memberikannya untukmu." terlihat Jefri begitu sangat menyayangi adik perempuan satu-satunya itu dengan tulus.
Juita terharu karna keluarganya begitu sangat menyayanginya, tidak seperti suaminya yang selalu menyakitinya, padahal sebelum menikah laki-laki itu berjanji akan selalu mencintainya dan tidak akan pernah menyakitinya, ternyata janji itu hanya omong kosong belaka.
"Sudah Ta gak usah meloww begitu, sekarang ayok dimakan, mas yakin debaynya pasti sudah berontak tuh didalam karna lapar."
Juita mengangguk dan mulai makan, Jefri juga mulai memakan makanan yang terhidang didepannya.
Saat tengah menikmati makanannya itulah Jefri mendengar suara yang sangat dia rindukan memanggilnya.
"Om Jefliiii."
"Ariz, itu suara Arizkan." batinnya, "Ahh mungkin itu cuma halusinasiku saja, gak mungkin Araz dan Ariz ada disini." dia kemudian kembali melanjutkan makannya.
"Om Jefliiii."
Disaat suara tersebut terdengar jelas ditelinganya, Jefri tidak mungkin mengabaikannya begitu saja, sehingga dia menoleh kesamping ke arah sumber suara, dan ternyata dia tidak berhalusinasi karna Ariz putranya terlihat berlari menyongsongnya.
"Arizz, putraku." gumamnya tanpa sadar.
Juita juga mendengar suara anak kecil dan ikut menoleh, dia melihat seorang anak kecil yang begitu mirip dengan kakaknya berlari menghampiri meja yang dia tempati dengan Jefri.
"Siapa anak kecil itu, kenapa dia begitu mirip dengan mas Jefri." batin Juita yang tidak melepaskan tatapannya pada Ariz, "Apa jangan-jangan dia..."
"Om Jefliiiii." antusias bocah kecil itu saat sudah berada didepan Jefri.
"Ariz kamu sama siapa disini." Jefri bahkan turun dari kursinya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Jefri.
Dan…
MENGEJAR CINTA MANTAN
BERTEMU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments