"Momi, hu hu." Ariz menangis tersedu-sedu karna menyaksikan pertengkaran antara kedua orang tuanya, bocah kecil itu terlihat ketakutan.
Begitu juga dengan Araz, melihat orang berteriak dan orang itu adalah mominya sendiri didepan matanya membuatnya takut, tapi dia tidak sampai menangis seperti Ariz.
Anak sekecil Araz dan Ariz tentu saja belum mengerti apa yang katakan oleh momi mereka, yang mereka ketahui kalau mominya tengah memarahi Jefri dan itu membuat mereka ketakutan.
Jefri merasakan perih dipipinya yang kena tampar oleh Gebi, tapi rasa sakit tersebut tidak ada bandingnya saat melihat anaknya ketakutan, apalagi saat melihat Ariz sampai menangis melihat pertengkarannya dengan Gebi, sehingga dengan suara sedikit pelan dia berkata, "Gebi, bisa kamu rendahkan suara kamu, kamu tidak lihat Araz dan Ariz ketakutan."
Gebi melirik ke arah kedua putranya bergantian, dua bocah kecilnya memandangnya dengan rasa takut, saking emosinya membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Ini salahmu Jefri, kalau saja kamu tidak membawa mereka pergi, hal ini tidak akan terjadi." kini suara Gebi sedikit rendah, tidak berteriak-teriak seperti barusan.
"Kalau saja kamu mengizinkan aku bertemu dengan mereka, hal ini tidak akan terjadi Geb."
Ucapan Jefri membuat Gebi melotot, bisa-bisanya Jefri membalikkan kata-katanya.
Gebi menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya, dia mencoba untuk mengontrol dirinya supaya tidak lepas kendali.
"Pulanglah Jefri."
"Aku akan pulang, tapi aku mohon, jangan marah sama mereka."
"Tidak akan." janji Gebi.
Jefri mengangguk.
Sebelum melakukan perintah Gebi, Jefri berjongkok dan berpamitan kepada kedua putranya, dibalik wajahnya yang babak belur, Jefri mencoba untuk tersenyum, "Om pulang dulu ya, maafkan om yang telah membuat kalian ketakutan seperti ini."
"Omm Jefliii." Ariz melemparkan dirinya kepelukan Jefri, ternyata sik bungsu sudah benar-benar menyayangi Jefri, Jefri membalas pelukan dari anak bungsunya dan mengelus belakang kepalanya.
"Sudah janga…
MENGEJAR CINTA MANTAN
MAAFKAN MOMI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments