Sesuai janji Mas Umar, akhirnya aku, Nay, mendapatkan pekerjaan yang selama ini aku idam-idamkan. Dengan rekomendasi dari sahabat dosen Mas Umar, aku diterima mengajar di sebuah yayasan swasta. Rasanya seperti mimpi yang jadi nyata, ijazah S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra yang selama ini hanya tersimpan di lemari kini benar-benar berguna.
Hari pertama aku langsung diserbu tanggung jawab besar. Mengajar di SMP dan juga dapat kesempatan mengajar di SMA. Jadwalku padat, Senin sampai Jumat, dari pagi hingga sore.
Namun, di tengah semua ini, ada rasa berat yang diam-diam menekan dada. Aku tahu Mas Umar sering pulang lebih awal, sementara aku harus berjuang menyelesaikan semua kelas sampai sore. Kadang, saat membersihkan papan tulis terakhir, aku menatap pintu keluar dengan perasaan campur aduk, bangga sekaligus sedikit tersayat karena kerja keras ini rasanya tak sepenuhnya dilihatnya.
Aku menggigit bibir, menatap Mas Umar dengan hati berdebar.
“Mas, nggak apa-apa kan, kalau aku baru pulang sore dari yayasan?” suaraku terdengar pelan, sedikit canggung.
Aku takut jadwalku yang penuh ini malah bikin dia berat hati. Tapi kulihat raut tenangnya tetap terjaga, walau aku tahu kadang dia sendiri harus bertahan di kelas sampai senja. Napas kuhela pelan, kubayangkan bagaimana agar semuanya bisa seimbang.
“Aku pengen jadi istri yang baik, walau ada tanggung jawab baru sebagai guru,” batinku lirih
Pertanyaan itu terus mengusik, apakah aku cukup kuat membagi perhatian tanpa bikin Mas Umar merasa terabaikan? Kuharap dia tahu, semua ini aku lakukan demi masa depan kami bersama.
Sudah sebulan berlalu sejak kami mulai menjalani hari-hari sebagai pasangan yang tenggelam dalam pekerjaan sebagai pendidik. Pagi itu, saat aku sedang merapikan meja di ruang guru, telepon Umar berdering tiba-tiba. Dari wajahnya, kulihat ada perubahan rambutnya yang biasanya santai kini sedikit acak-acakan, matanya berkaca-kaca saat menerima suara orang tua di ujung sana.
“Pak Rahmat dan Bu Rokaya minta aku ke S…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments