Saat jam istirahat, Nay mengangkat tangan, memohon izin meninggalkan sekolah dengan langkah terburu-buru, wajahnya yang biasanya cerah kini menyiratkan beban.
Siang itu, Mukid sengaja datang ke sekolah dengan harap-harap cemas, berniat menemui Nay. Namun begitu sampai di Yayasan, yang ia cari malah tak terlihat di mana pun. Mukid mengerutkan dahi, meyakini Nay tengah sibuk mengurus urusan perceraian dengan suaminya yang selama ini disembunyikan. Ia pun segera menghubungi Hendra, orang kepercayaannya, dengan nada serius.
“Hendra, apa sudah dapat info tentang Nay di pengadilan negeri agama? Soal gugatan cerainya?” tanyanya, suara Mukid serak tapi penuh tekad.
“Belum ada, tuan Mukid. Berkasnya belum masuk,” jawab Hendra pelan di telepon,
“Tapi saya akan cek lagi, siapa tahu memang baru diinput.”
Mukid menarik napas panjang, matanya menatap kosong ke luar jendela seolah mencari jawaban di antara riak-riak cahaya senja. Hatinyah bergelora, terombang-ambing antara harapan yang memeluk lembut dan ketakutan yang mencekam. Setelah menutup panggilan itu, dadanya sesak, napasnya tercekat di kerongkongan. Dalam diam, Mukid tahu dia masih menyimpan perasaan untuk Nay, rindu yang tak lekang oleh waktu. Namun, kenyataan pahit menggerogoti hatinya; rumah tangga Nay yang dulu tampak bahagia kini retak.
Pertanyaan terus berputar dalam pikirannya, membakar setiap sudut harapnya: Apa sebenarnya yang menyelimuti rumah tangga Nay sehingga dia memilih langkah menggugat cerai Umar? Sakit itu mengiris jiwa Mukid, karena tak hanya kehilangan, tapi juga ketidakpastian yang menjerat. Di balik keheningan itu, ia berharap Nay bisa menemukan kebahagiaan, meski itu berarti merelakan sesuatu yang pernah dia impikan.
Mukid masih di ruangan pribadi nya, di ruangan private pemilik yayasan. Dalam harap pria itu masih menunggu kedatangan Nay di sekolah itu. Pria itu sesekali melihat ke arah halaman sekolah, memastikan mobil milik Nay sudah terparkir kembali di parkiran khusus untuk pengajar di ya…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 84
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments