Bab 94

Umar tersenyum kecil saat menerima salam dari Mukid, tangannya erat menggenggam bahu lelaki itu. 

"Terima kasih banyak, Nay, Mukid. Kalian mau datang memenuhi undangan pernikahanku bersama Airin," ucapnya pelan, suara mengandung hangat yang sulit dibohongi. 

Mukid mengangkat tangan kanan, menatap Mas Umar dengan mata yang penuh harap. 

"Sama-sama, Mas Umar. Semoga pernikahan kali ini benar-benar jadi ladang pahala buat kalian. Saling memberi, saling menerima, dan saling menasihati dalam kebaikan sampai maut memisahkan." Suaranya berat tapi tulus. Mas Umar tersenyum tipis, sedikit menundukkan kepala. 

"Aamiin, terima kasih banyak atas doanya." Mukid menatap lurus ke arah Mas Umar, nada suaranya berubah lebih lembut.

 "Oh iya, Mukid. Tolong jaga Nay ya. Aku percaya kamu pria yang paling tepat dan baik untuk dia. Beda sama aku yang terus bikin Nay kecewa," ucap Mas Umar, ada keraguan dan penyesalan yang samar di balik kata-katanya. Mukid hanya diam, menelan sesuatu yang sulit diungkapkan.

 Di sisi lain, Nay menunduk sejenak sebelum menjabat tangan Airin dengan hati bergejolak. Wajahnya berusaha tenang, tapi matanya sulit menyembunyikan rasa kecewa yang masih bersemayam dalam dada. 

Selama ini Nay menganggap Airin bukan hanya sahabat, tapi juga teman dekat yang selalu setia menemani saat ia merantau mengikuti suaminya di Jakarta. Kini, diam-diam Nay tahu, Airin menyimpan cinta dalam yang dalam untuk Umar  cinta yang tak pernah ia duga, dan yang perlahan-lahan menghantam hatinya tanpa ampun.

Nay menatap Airin dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Napasnya tersendat saat Airin merayu dengan suara serak, 

"Nay, maafkan aku, Nay. Aku mohon, restui pernikahanku dengan Umar. Bukankah dulu kamu begitu mencintainya? Bisa ikhlas, kan, melihat aku bersanding dengan pria yang pernah jadi milikmu?"

Airin menunggu jawaban, berharap ada secercah pengertian dari Nay. Namun, Nay justru menundukkan wajah, bibirnya mengeras sebelum akhirnya terucap, 

"Sudahlah, Airin. Tanpaku pun, kamu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Nabil Raihan

Nabil Raihan

sebenarnya Umar mencintai nay yah ,...cm Umar ga tegas aja orangnya JD gemes he he,..akhirnya bbrp.bab ini ga niat baca lagi

2026-02-01

1

Mar lina

Mar lina

Semoga Umar
kegoda lagi sama perempuan lain
biar Airin tahu rasanya
bagaimana sakit hati nya Nay...
bahagia menanti nay

2026-02-03

0

cinta semu

cinta semu

buat karma untuk Airin sm Umar ..Thor ...

2026-01-31

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!