Umar sudah berangkat kerja pagi itu, meninggalkan rumah dengan langkah tergesa-gesa seperti biasa. Nay memilih cuti mengajar hari ini, memanfaatkan waktu pagi untuk bermain bersama Yuniar, putri pertamanya yang ceria berlarian di ruang tengah.
Suasana terasa tenang, sampai suara deru mobil mewah mengusik hening, berhenti tepat di depan rumah. Nay menoleh, matanya langsung menangkap sosok Bu Dokter Citra yang turun dengan langkah anggun. Jas putihnya menyilaukan di bawah sinar mentari pagi, kedua tangan menggenggam buah tangan yang tampak dipersiapkan rapi. Senyum yang menghias wajahnya terlalu manis, seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Nay menatapnya lama, dada berdebar tak karuan.
“Kenapa dia datang lagi ke sini?” pikir Nay, hatinya seolah dihimpit oleh gelombang rasa takut dan curiga yang sulit dijelaskan.
Entah karena rasa was-was atau sekadar enggan bertatap muka, tatapan itu membuat Nay merasakan ketegangan yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu dalam cara dia menatap, lirikan penuh rahasia yang bukan sekadar basa-basi. Ketika Nay membuka pintu, dia berusaha menahan napas agar suaranya tetap tenang.
“Mas Umar sudah berangkat kerja,” katanya dengan suara datar yang dibuat-buat. Matanya tak lepas mengamati setiap reaksi yang muncul di wajah itu. Dan benar saja, di balik kedalaman mata gelap itu, Nay menangkap usaha keras untuk menyembunyikan sesuatu. Dengan sengaja, Nay melanjutkan kalimatnya, memilih kata demi kata seolah tengah menimbang beban yang ingin ia sampaikan.
“Semalam, aku sudah suruh dia pergi, supaya pulang ke rumahmu. Tapi ketika aku mendesaknya, dia cuma diam, bilang sedang malas keluar. Dia bilang butuh ketenangan… bersamaku.”
Nay menangkap perubahan di wajah Citra seketika, rona merah membakar pipinya yang biasanya cerah. Telinga Citra bergetar halus, seperti berusaha menahan sesuatu marah, malu, atau mungkin keduanya sekaligus. Saat bungkusan makanan diletakkan pelan di atas meja, matanya tak lepas melirik ke perut Nay yang sudah membesar, seo…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 38
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments