Umar berdiri di depan cermin kamar mandi, tangan kanannya menggenggam ponsel dengan canggung. Napasnya tertahan saat menekan nomor Nay, berharap mendapat kabar baik pagi itu.
“Apa yang sedang Nay lakukan sekarang? Semoga dia baik-baik saja...” gumamnya pelan, matanya tak lepas dari layar ponsel.
Suara Nay terdengar ceria, sedang bersiap berangkat ke yayasan tempat dia mengajar.
Waktu seakan melesat cepat, membuat Umar sedikit terkejut menyadari betapa padatnya hari-hari Nay. Di sudut hatinya, lega menyelinap saat tahu Laksmi masih menemani Nay di rumah sederhana itu.
“Setidaknya Nay nggak sendirian,” pikirnya, bibirnya mengerut tipis.
Tapi di balik rasa lega itu, benih cemburu tiba-tiba menjalar, membelit dadanya. Umar menghela napas dalam-dalam, berusaha mengusir perasaan itu demi kebahagiaan Nay. Dia tahu, saat ini bukan saatnya mengekang, tapi memberi ruang dan dukungan, tak hanya dari dirinya, tapi juga dari teman-teman terdekat Nay.
Umar menelan ludah pelan, napasnya terasa berat meski mencoba menenangkan diri.
“Ini bukan saatnya buat cemburu, aku harus dukung Nay, kasih dia yang terbaik,” pikirnya dalam hati, berusaha meredam kegelisahan yang tiba-tiba menyeruak.
Tangannya kembali sibuk menyusun dokumen di depan layar laptop, tapi matanya sesekali menatap ponsel yang tergeletak di samping. Dengan suara tenang tapi penuh harap, ia mengangkat telepon.
“Pagi nanti jam sepuluh, pesawat yang bakal aku tumpangi siap berangkat, Nay. Semoga siang ini aku sudah sampai Jakarta dan langsung ke yayasan,” ucapnya sambil membayangkan wajah istrinya yang dirindukan.
Ia tersenyum kecil, membayangkan reaksi Nay saat ibu mengirimkan oleh-oleh istimewa.
“Semoga perjalanan lancar, dan nggak ada kendala apa pun.” Dari seberang, suara Nay terdengar sedikit keberatan,
“Kenapa harus ke yayasan, Mas? Sore juga bisa ketemu di rumah.” Umar menarik napas dalam, menyimpan rasa rindu yang semakin menggumpal.
“Aku cuma pengen lihat langsung kamu di sana, Nay. Biar se…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 24
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments