Di pondok pesantren Darul Huda, hari itu akhirnya Umar dan Citra resmi dipersunting. Umar duduk termenung di pojok ruangan, dadanya terasa sesak. Campuran rasa terkejut dan lega berbaur dalam benaknya. Awalnya dia mengira datang hanya untuk kunjungan biasa, tapi ternyata segalanya sudah disiapkan, pernikahan ini. Dia menatap Citra yang tersenyum manis, seolah tak ada beban sama sekali.
“Kenapa gue baru tahu sekarang?” gumam Umar pelan, jari-jarinya memainkan ujung sarungnya. Mungkinkah dia terlalu naif? Ataukah ini konsekuensi jadi anak yang selalu menurut?
Suasana pesta megah memenuhi aula pesantren. Lampu kristal berkelap-kelip, alunan gambus mengalun lembut, sementara para tamu berlomba mengucapkan selamat dengan wajah ceria. Santri dan santriwati berlarian mengatur hidangan dan dekorasi, menjadikan hari itu seperti mimpi yang tak ingin segera berakhir.
Namun di balik gemerlap itu, hati Umar bergemuruh. Apakah dia benar-benar siap mengemban tanggung jawab ini? Nama Umar kini tak lagi sendiri, ia adalah suami Citra, gadis yang selama ini jadi pembicaraan hangat di pesantren. Gelombang rasa takut dan harap bertalu dalam dadanya, namun dia tahu, langkah ini sudah tak bisa ditarik kembali.
Umar menatap gedung megah yang menjadi saksi pesta malam itu. Dinding ungu yang megah seakan berbisik tentang harapan besar yang ditumpukan orang tua mereka, putra-putri pemilik pondok pesantren terbesar di Jawa. Tapi di dalam dadanya, ada rasa kecil yang susah dijelaskan, seperti perahu yang melaju tanpa kendali, diarahkan oleh tangan yang bukan miliknya.
"Apakah ini memang jalanku?" gumam Umar pelan, matanya menatap ke lantai, berusaha menenangkannya sendiri. Dia hanya bisa berharap, pernikahan ini bukan beban, melainkan berkah untuk mereka, keluarga, dan pondok pesantren yang membentuk hidupnya sejak dulu.
Di sisi lain, Citra menghela napas panjang, jantungnya berdebar tak menentu. Senyum tipis terukir di bibirnya, memancarkan lega dan bahagia yang sulit disembunyikan…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 23
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments