Kebencian itu menyala di dada, membakar setiap sudut pikiranku. Tatapanku menghindar dari sosok Nay yang selalu muncul dalam benak, senyumnya yang mudah menusuk seperti pisau.
"Dia tidak pernah pantas untuk Umar... tidak akan pernah sebaik aku," gumamku dengan napas berat.
Tanganku mengepal pelan, menahan getar yang mengancam pecah. Bayangan mereka berdua yang bahagia menusuk lebih dalam, membuat hatiku terasa sesak seperti dicengkeram dingin.
"Aku harus segera mengirim orang masuk ke rumah itu," pikirku, rencana licik mulai merayapi pikiranku.
Dalam diam, aku merasakan kegelisahan yang tak bisa ku tahan, seperti hidupku dirampas dan dirusak oleh kebahagiaan mereka.
"Mereka tak pantas dapat apa yang selama ini aku impikan," bisikku seraya menatap kosong ke luar jendela.
Lambat laun, bayangan kehancuran mereka terbentuk jelas di depan mataku. Rumah tangga mereka harus hancur, dan bukan hanya itu, perekonomian Umar juga harus jatuh.
"Dia harus merasakan sakit kehilangan segalanya," aku bertekad, rasa iri dan benci mengalir deras dalam nadiku yang tertahan.
Aku menghela napas panjang, bukan karena ragu, tapi untuk meyakinkan diri bahwa jalan ini sudah ku ketuk dengan penuh tekad. Kalau aku tidak bisa bahagia, maka mereka juga tidak berhak merasakan bahagia itu, pikirku getir. Citra meremas setir mobil, jari-jarinya kaku menekan pedal gas, membawa dirinya jauh meninggalkan bayangan rumah mantan suaminya.
Dari kaca spion, kulihat dia tertawa lepas bersama Nay, istri barunya. Senyum itu dulu milik kami berdua, tapi sekarang seperti duri yang menusuk hatiku perlahan. Aku bertanya-tanya, apakah di balik tawa itu ada secuil duka yang sama seperti yang aku bawa? Ataukah dia benar-benar sudah bebas, tanpa seberat beban pun? Aku memaksa pikiran itu pergi, tapi bayangannya selalu menyelinap kembali, menghantui setiap detik perjalanan.
Sementara itu, pagi Umar terasa penuh tantangan. Dahinya berkerut, tubuhnya sigap melayani pembeli yang datang bertubi-tubi ke warung bakso dan mi…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 62
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments