Lima tahun sudah berlalu sejak peristiwa itu, tapi hidup Nay terasa seperti terjebak dalam lingkaran rutinitas yang sama setiap hari. Pagi ini, Nay melangkah ke ruang kelas yayasan tempatnya mengajar Bahasa Indonesia untuk murid SMP dan SMA. Mata Nay mengikuti setiap gerakan anak-anak, suara mereka yang bersemangat dan tawa kecil yang sesekali terdengar, sedikit mengalihkan pikirannya dari bayang-bayang masa lalu. Pekerjaan ini, Nay akui, adalah pelarian yang kurang sempurna menenggelamkan ingatan yang tak ingin dia ingat. Namun ketika bel tanda istirahat berdering, Nay membuka ponsel, dan seketika layar itu menyorot sebuah notifikasi.
Jantung Nay serasa terhenti sesaat, lalu degupnya melambat, saat mata Nay menyapu pesan itu, menggerakkan segala emosi yang dia pikir sudah terkubur dalam-dalam.
Pesan dari Citra tiba-tiba muncul di layar ponselnya, membuat jantung Nay berdetak tak menentu. Nama itu sudah lama asing di pikirannya, tapi kini tiba-tiba muncul dengan foto yang mengacaukan segala harapan. Nay menekan layar, membuka pesan itu pelan. Di sana, Umar dan Citra tampak berdiri dekat, tersenyum lebar dalam sebuah selfie yang penuh kehangatan. Wajah mereka saling mendekat, seolah tak ada dunia lain selain mereka berdua.
Mata Nay tak mau berpaling, meneliti setiap detail foto latar, cahaya, dan ekspresi mereka, berharap menemukan jejak waktu, tapi semuanya seperti baru terjadi beberapa saat lalu. Jemarinya mendadak kaku saat menggenggam ponsel, dadanya terasa sesak.
"Kenapa Citra mengirim ini? Apa maksudnya?" pikir Nay bergemuruh tanpa henti, menyesakkan hingga sulit bernafas.
Nay duduk terdiam, dada berombak saat perasaan kacau mendadak menyerbu. Amarah, kecewa, atau mungkin kebingungan, Nay sendiri tak yakin mana yang paling kuat. Nama Umar terus berulang di kepala, seperti gema yang tak mau pergi. Kenapa masa lalu harus terus menghantui hari ini? Apakah dia terlalu percaya waktu bisa menyembuhkan semua luka?
Empat hari tanpa kabar dari Umar, suaminya, sejak d…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments