Dosen Umar duduk terpaku di ruang kerjanya, tatapannya kosong menatap tumpukan dokumen di atas meja. Namun, pikirannya melayang jauh, berputar dalam kekalutan yang tak kunjung usai. Ia menghela napas panjang, dada bergetar menahan penat yang membelit.
“Ini bukan hidup yang kubayangkan,” gumamnya lirih.
Hatinya lah yang sudah lama terpaut pada Nay, wanita sederhana yang selalu hadir dalam mimpinya, yang ia harap bisa berdiri di sisinya, menjadi ibu bagi anak-anaknya. Cintanya padanya tulus dan dalam, tanpa hiasan. Tapi lalu, kenapa Citra harus hadir? Wanita itu bukan sekadar nama, melainkan ikatan yang telah diatur keluarga, tunangan yang dipilih karena pesantren dan tradisi. Umar merasakan amarah dan kecewa berkelindan, seperti terperangkap dalam cerita yang bukan ia tulis sendiri.
Umar duduk terdiam di sudut ruangan, matanya menatap kosong ke arah luar jendela. Jari-jarinya menekan-nekan lengan kursi seolah berusaha meredam kegelisahan yang menggebu dalam dada. Bayangan Citra dan Nay bergelayut di pikirannya, dua sosok yang berperang dalam hatinya tanpa kompromi.
Citra, istri yang telah lama menjadi tanggung jawab, hadir dengan kesetiaan dan janji-janji yang terikat. Sedangkan Nay, mengisi relung hati terdalam, membawa gairah yang tak bisa ia abaikan. Umar menghela napas panjang, dadanya sesak oleh rasa bersalah yang menusuk, seperti tali tambang yang semakin erat melilit pergelangan tangannya setiap kali ia mencoba melepaskan diri.
"Kenapa aku harus mencintai dua wanita sekaligus?" gumamnya pelan, bibirnya bergetar tanpa suara.
"Apakah aku pengecut karena meragukan peran Citra dalam hidupku? Ataukah aku berdosa menolak takdir yang sudah ditetapkan?"
Tangan Umar mengepal, menahan amarah sekaligus kepedihan yang sulit dijelaskan. Hatinya bertempur dalam sunyi, menyingkap pertanyaan tanpa jawaban. Ia tahu, jalan hidup yang ia pilih bukanlah yang mudah, tapi rasa ini entah bagaimana mengikatnya tanpa bisa ia lepaskan.
Dosen muda itu menatap layar laptop deng…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 29
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments