Bab 44

Umar melangkah pelan memasuki rumah Citra, istri keduanya. Dadanya serasa sesak, otot-ototnya menegang tanpa sadar. Di ruang tamu, keluarga besar sudah berkumpul, Abah dengan wajah serius, Ummi yang menyeka air matanya diam-diam, dan kakak yang jarang sekali Umar temui kini berdiri tegak menatapnya. Namun yang paling menghentak hati Umar adalah sosok Citra, terbaring lemah di atas kasur dengan wajah pucat pasi. Mata Umar menelusuri setiap lekuk wajahnya, mencoba mencari petunjuk.

 "Terakhir aku lihat dia baik-baik saja," bisiknya dalam hati, ada rasa dingin menjalar di tulang punggung.

 "Apa yang terjadi selama aku pergi? Apa aku benar-benar melewatkan sesuatu yang penting?"

Ketegangan menggantung di udara, menusuk tajam lewat tatapan keluarga Citra yang tertuju pada Umar seperti belati dingin. Abah menatap tanpa sepatah kata, matanya menyimpan bara amarah yang sulit disembunyikan. Ummi mengerutkan dahi, bibirnya rapat, tapi tatapan tajam itu bercerita tentang kekecewaan yang mendalam. Kakaknya berdiri kaku di samping, sesekali melirik Umar dengan mata yang seolah menghakimi.

Umar terdiam, dada sesak menahan pertanyaan yang berputar-putar dalam benaknya. Koper-koper yang masih tersandar di sudut ruangan jadi saksi bisu kedatangan mereka dari Semarang. Namun, kenapa tak ada satu pun yang mengabari dia sebelumnya? Rasa curiga merambat pelan, seperti dirangkul oleh suasana yang mendadak berubah menjadi jebakan yang membelit.

Umar mengangkat tangan dengan perlahan, menahan rasa gugup yang mencekam dadanya. Satu per satu, dia berjabat tangan dengan mereka mencoba menampilkan sopan santun meski hatinya berdetak tak menentu. Ketika tangannya menyentuh tangan Abah, sebuah getaran aneh mengalir, seperti beban berat yang ingin meledak dari dalam. Matanya bertemu tatapan Abah yang tajam, penuh penilaian yang sulit diterjemahkan.

“Apa kamu kaget? Kenapa istrimu tiba-tiba terbaring lemah dan kamu datang ke Jakarta tanpa kabar?” suara Abah memecah hening, menambah beban di dada U…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

cinta semu

cinta semu

ya elah lelaki mah serakah dah ada cinta sejati tapi masih aja kekepin cadangan .. kembalikan semua milik citra terus talak jujur aja kalo g mampu adil ..Ach tapi siapa yg mau rugi sia2 kn kesempatan mumpung wanita ny mau2 aja...😂

2025-12-14

1

tina napitupulu

tina napitupulu

yg tegas donk umarrrrr...masa mau diam aja...💪

2025-12-14

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!