Setelah merayakan ulang tahun Umar di sebuah saung rumah makan, aku duduk di kursi penumpang, sementara Bu Airin yang juga dosennya dan temanku, mengendarai mobil mengantarku pulang. Di luar jendela, lampu jalanan berkelebat cepat, seolah berusaha mengalihkan pikiranku yang terus terpusat pada Umar.
Sementara itu, kurasa Umar sudah melaju ke rumah Citra. Dia bilang karena ada tugas dan harus memberikan materi, tapi aku tahu betul itu alasan biasa yang tak pernah benar-benar menjelaskan kepergiannya. Hatiku seolah berat, mengenang betapa sering dia punya alasan yang sama, meninggalkanku dalam hampa.
Di rumah, sebelum turun, aku menyadari Bu Airin menoleh padaku dengan mata yang seolah penuh perhatian dan sedikit enggan meninggalkan. Dia menggigit bibir bawahnya pelan, mencoba menahan perasaan kasihan yang terpancar jelas.
"Boleh Ibu singgah sebentar?" tanyanya lembut, senyumnya kecil tapi tulus, seakan tahu betapa berat bebanku saat ini. Aku hanya bisa mengangguk, mengizinkan keberadaannya sedikit mengusir sepi yang menyelinap.
Aku cuma mengangguk pelan, menahan diri untuk tak mengeluarkan sepatah kata pun. Kehadirannya di ruang tamu yang seringkali dingin dan sunyi itu seperti secercah hangat yang tiba-tiba merayap masuk. Bu Airin, dengan tatapan lembut dan sikap tenangnya, selalu membawa rasa aman seperti ibu kedua bagiku. Matanya menyimpan perhatian tulus yang kadang sulit diungkapkan kata-kata. Saat dia membuka suara, aku tahu dia sudah memilih kalimat dengan hati-hati.
"Umar cerita ke Ibu..." suaranya serak, seolah takut membuat suasana berubah.
"Dia sangat mencintai kamu, Nay."
Kata-kata itu meluncur perlahan, tapi menusuk di balik ketenangannya. Aku menelan ludah, dada berdebar. Sebagai orang bahasa, aku tahu betul betapa dalam dan berat makna tersirat di balik kalimat sederhana itu. Diamku bukan hanya karena takut, tapi juga karena rindu yang belum berani kuakui.
Sekuat apa pun aku menekan perasaan ini, rasa sakit itu tetap mencakar dadaku dengan ta…
ISTRI YANG DIPOLIGAMI
Bab 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments