Bab 58

Pak Usman dan Bu Rokaya tiba di rumah Umar menjelang sore, ketika jam di dinding menunjuk angka empat. Di halaman rumah itu, Umar tampak berdiri dengan wajah lelah yang dalam, garis-garis keletihan membayang di sekitar matanya. Namun di balik itu semua, ada sorot mata yang menyala penuh semangat.

"Ini baru permulaan," pikir Pak Usman diam-diam sambil melihat beberapa orang yang sudah antre membeli mie ayam dan bakso.

Langit mendung menggantung rendah, seolah ikut merestui usaha Umar, makanan hangat beruap itu pasti jadi pelipur dahaga di udara yang mulai dingin. Ibu Nay, istri Umar, dengan cekatan melayani pembeli sambil mengatur peyek dan gorengan yang tersusun rapi dalam bungkus kecil. Tangannya sibuk, tapi senyum hangat tak pernah lepas dari bibirnya, menyuntikkan semangat pada setiap detik perjuangan mereka.

Di meja panjang itu terhidang bakwan renyah dan mendoan hangat, aroma keduanya menyatu membangkitkan selera. Bu Rokaya duduk tak jauh dari sana, matanya tak lepas menatap Nay yang terlihat sedikit kewalahan di dalam rumah. Tangan Nay sibuk menggendong bayi sambil sesekali mengawasi anak kecil yang berlarian. Meski wajahnya mulai letih, senyum tipis masih terpancar, seperti sisa semangat yang enggan padam. Pak Usman mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca menahan haru.

"Betapa gigihnya keluarga ini," gumamnya lirih di dalam hati. Ia tersenyum kecil saat membayangkan Umar yang memilih berjualan mie ayam dan bakso sebagai jalan hidup.

“Rezeki halal yang penuh keberkahan ini jauh lebih bermakna daripada jabatan tinggi tapi penuh dosa,” pikirnya mantap.

Di balik pintu, Pak Usman melihat sosok Umar yang terus berusaha tanpa kenal menyerah. Di sampingnya, Nay yang setia menemani, dan mertua yang tak segan turun tangan membantu. Semua itu menjadi lukisan kehidupan penuh perjuangan yang membuat hatinya terenyuh. Bu Rokaya memejamkan mata, bibirnya bergerak pelan mengucap doa.

"Ya Tuhan, berikanlah mereka kekuatan dan kelimpahan rezeki atas semua kerja keras…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

tina napitupulu

tina napitupulu

haruskah citra menyaksikan hasil perbuatannya pada umar??

2025-12-22

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!