Ketakutan dan kemarahan membuat kita melakukan hal-hal yang tak seharusnya kita lakukan.
_______________
"Iya, aku baik-baik saja. Dan Gak usah ikut campur!! Gak usah pura-pura perduli. Urus saja masalahmu sendiri. Bukannya itu alasan kita menikah. Hah?? Jadi jangan ikut campur." teriak Tiyah.
Gama hanya bisa kaget melihat Tiyah bersikap seperti itu.
Setelah kata-kata itu terucap, Tiyah ingin kangsung meminta maaf pada Gama.
Tapi jiwanya sangat lelah dia menutup mata, dan meremas pelan tangan Hendrik memintanya membantu berjalan.
Gama yang tadi kaget, baru mengeluarkan suara.
"Hah, oke. Aku gak akan ikut campur. Maafkan aku karena perduli dengan temanku sendiri.
Aku fikir aku menikah dengan teman baikku akan mempermudah hidupku." Gama mencibir Tiyah dan berlalu ke ruang ganti.
"Maafin aku," batin Tiyah, lalu dia minta Hendrik mengantarnya ke perpustakaan.
"Kakak kembali saja ke kamar. Aku sedang ingin sendiri sekarang."ucap Tiyah yang berjalan lemas ke arah salah satu sofa di perpustakaan itu.
"Tidak, Saya akan menemani Nona."
"Aku mohon. emm?"
Akhirnya Hendrik keluar, tidak, dia berpura-pura keluar.
Setelah Tiyah mengira Hendrik sudah keluar, dia berjalan ke arah ujung perpustakaan.
Di sana dia duduk dan menangis. Suara isak tangisnya yang pelan dan tertahan. Membuat Hendrik yang tak jauh dari tempat Tiyah, ikut meneteskan air mata.
"Papa, papa gak bohong sama Tiyah kan? Papa bilang semuanya akan baik-baik saja. Tapi, sampai kapan Tiyah harus menunggu?"
Batin Tiyah menangis.
Tiyah menggeleng.
"Aku bukan gadis lemah. Tiyah sadar. Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Selama kamu hidup, tidak perduli apa rintangannya kamu akan baik-baik saja dan bisa melewatinya." Tiyah berusaha menegarkan hatinya, menghapus airmatanya yang tak mau berhenti mengalir.
"Hhahahaha, aku fikir air mataku sudah habis untuk hal seremeh ini." Tiyah menertawakan kesedihannya.
Dan setelah merasa lega setelah menangis, Tiyah kembali ke sofa dan meringkuk seperti biasanya dan lalu tertidur. Hen…
Bolehkah Aku Mencintaimu?
Perasaan yang berubah?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
halo kak thor, aku juga mampir bawa like and rate 5,feedback ke "My love belongs to you " yaa... jgm lupa dukungannya, kutunggu... TY ❤❤
2020-07-10
1
Ted Tuakora
lanjut thor,,,semangat yaaa
2020-07-09
2
Wiwint Harun
huhuhu kak cerita nya baguuus.. semangat yah kak untuk membuat cerita sampai akhiiir.. aku beneran penasaran bagaimana tiyah bisa bahagia nantii huhuhu semangaaat kak 💕💕💕
2020-07-09
1