Ketika Anton hendak memukulnya ketiga kali, tiba-tiba polisi menyerbu masuk dan menghentikan Anton.
Datiyah melihat ke arah Anton,
"Siapa mereka? Polisi?" batin Datiyah.
Beberapa orang berjalan ke arah Ibunya Hendrik, ke arah Hendrik dan Datiyah.
"Telpon ambulan, ada 3 orang terluka."
Datiyah hanya mendengar suara Anton berteriak suruh melepaskannya. Setelah itu dia tak sadarkan diri.
Samar dia mendengar suara Gama.
Setelah tiba di rumah sakit, mereka bertiga langsung di rawat di IGD, tapi Hendrik di bawa ke ruang operasi karena luka yang parah dan beberapa tulang yang retak dan patah.
Sementara ibunya Hendrik tak terselamatkan dan wafat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Gama terus menemani Datiyah, meski hanya bisa melihat dari jauh.
Ketika para perawat merobek baju Datiyah untuk memeriksa luka cambuknya di punggungnya. Mereka semua sempat terkejut dan diam melihat bekas luka Datiyah.
Gama melihat reaksi perawat dan mendekat. Dia pun melihat tubuh Datiyah yang selama ini selalu di tutupi. Gama terdiam, matanya berkaca-kaca. Marah, kecewa dan sedih semuanya bercampur menjadi satu.
"Sejak kapan?!? Bagaimana aku bisa tidak tahu, dia memiliki bekas luka sebanyak itu?" batin Gama.
"Maaf Pak, sebaiknya anda mundur dulu" pinta salah satu perawat, agar mereka lebih leluasa memberikan perawatan.
Gama mundur perlahan. Dan duduk di kursi tunggu.
Dan merenungi semua yang terjadi hari ini.
"Tuan, ibu dari Hendrik tidak dapat tertolong lagi. Beliau meninggal di perjalanan tadi. Dan Hendrik masih di operasi. Bagaimana dengan Nona Tiyah?" Ucap Rendra.
Gama masih termenung, dan mengangguk juga menggeleng mendengar ucapan Rendra, sibuk dalam pikirannya sendiri.
"Sebenarnya apa yang terjadi di rumah itu? Kenapa dan bagaimana bisa Tiyah menjadi seperti itu?"
Mengingat kembali pertemuan awal mereka setelah dewasa, Datiyah memang tak seceria dulu. Tapi, Gama pikir itu adalah hal yang wajar, mengingat dia juga berubah sepeninggal ayahnya.
Mengingat ketika mereka mengambil foto, dan Datiy…
Bolehkah Aku Mencintaimu?
Maaf......
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments