Pamit

Semua orang terkejut, melihat mereka berdua yang pulang lebih awal dari yang mereka rencanakan.

Setelah mereka turun dari mobil, sebuah mobil di belakang mereka berhenti. Dan Aira keluar dari mobil itu.

"Aira? " ucap Gama dan Datiyah bersamaan dan saling melihat.

Datiyah melihat Gama dan mengerutkan dahinya.

Gama membuka mulut dan mengangkat bahunya.

"Apa kalian tak akan mempersilahkan aku masuk? " Ucap Aira memecah keheningan.

"Masuklah, silakan masuk." Gama gugup, dan terus menatap Datiyah. Karena dia benar-benar tidak tahu alasan Aira datang.

Datiyah hanya tersenyum heran pada Aira.

Aira langsung duduk di ruang tamu.

"Sebenarnya aku gak tau kalau kalian di sini." melihat Gama dan Datiyah.

Karena memang mereka lebih sering di kediaman Sugesti karena Raka lebih nyaman di sana.

"Iya, memang kami lebih sering di sana.

Ada keperluan apa kak Aira ke sini. " Tanya Datiyah penasaran.

"Ahh... Aku hampir lupa. Aku sebenarnya mau pamit sama tante Mutia."

"Pamit? " tanya Gama.

Datiyah langsung melihat Ke arah Gama. Gama menelan liurnya dan tersenyum pada Datiyah.

Aira tersenyum.

"Ternyata kamu pencemburu juga yah.? " Aira berusaha mencairkan suasana.

"ehhhmmm..... Apa iya? hehehehhe.. " Datiyah tertawa canggung

"Aku akan kembali ke luar negeri lagi. Aku merasa, kehidupan di sini gak cocok buat aku."

"Kembali? Ke tempat kamu di jual? " tanya Datiyah keceplosan.

"bukan.. Bukan... Di antara mereka bertiga, ada satu yang sangat baik padaku, sejak awal bertemu sampai saat ini.. Dan mungkin Gama benar, apa yang aku rasakan bukan lagi cinta."

"Apa kak Aira yakin akan kembali dengan laki-laki itu? " Datiyah terlihat khawatir.

"Sejujurnya, aku gak tau. Tinggal bareng mama selama 2 bulan, semuanya terasa canggung. Dan semua orang sepertinya terlihat sudah move on dan sibuk dengan hidup mereka masing-masing." Aira tersenyum getir.

"Aira, apakah kamu sudah memikirkannya matang-matang?" Gama. Menanyakan hal yang sama.

"Iya Gama, Datiyah, gak usah khawatir. ngomong-ngomong Tante Mutia ma…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Perjuangan Jihan
2 Terperangkap
3 Melindungi Datiyah
4 Tak Berdaya
5 Cahaya untuk Datiyah
6 Putus Asa
7 Malam Pernikahan
8 Ketabahan Datiyah
9 Ruang Hukuman
10 Keputusan Jihan
11 Pelukan Terakhir Untuk Tiyah
12 Kehidupan Baru Tiyah dan Jihan
13 Sembunyi- Sembunyi
14 Kesedihan
15 Pertemuan
16 Visual Pemeran
17 Amarah
18 Ancaman
19 Harry untuk Mutia
20 Pengkhianatan
21 Hancur
22 Luka Dalam
23 Berubah?
24 Bayangan
25 Perjodohan dan Perjodohan
26 Lamaran yang Romantis?
27 Aku bukan Orang Baik
28 Gaun Pengantin
29 Merasa Terganggu
30 Menikah
31 Kesedihan di Matanya
32 Kecewa
33 Perasaan yang berubah?
34 Berita Skandal
35 Galeri Mutia
36 Tidak Ada Yang Namanya Rahasia
37 Jiwa Anak-Anak
38 Membujuk
39 Hadiah Dari Gama
40 Bukan Cinta Monyet
41 Amanat
42 Terlambat
43 Terkejut
44 Kebiasaan Baru
45 Ini Bukan Cinta
46 Panggilan dari Anton
47 Berbagi Masalah
48 Mama Mertua
49 Hang Out
50 Kecewa
51 Media gosip
52 Sang Pencipta Monster
53 Pulangnya Hendrik
54 Sedihmu juga Sedihku
55 Bingung
56 Khawatir
57 Tak Suka Rasanya
58 Minta tolong
59 Konferensi Pers
60 Pengakuan Cinta
61 Cemburu
62 Bulan Madu dan Kencan?
63 Pria Misterius
64 Katakan Bahwa Kau Mencintaiku
65 Fokus
66 Aira
67 Luka Aira
68 Noda Yang Tak Hilang
69 Emosi
70 Tak Ada Rahasia
71 Pengakuan
72 Bergerak
73 Kecewa dan Amarah
74 Haruskah Aku Berhenti?
75 Tinggalkan Semuanya
76 Malam Pertama
77 Milikku
78 Kemenangan???
79 Hentikan....!!
80 Maaf......
81 canggung
82 Aku Lelah dan Menyerah
83 Bukan ini....
84 Menjauh
85 Salah Sangka
86 Kehidupan Baru
87 Bolehkah Aku Mencintaimu?
88 Kepergian Hendrik
89 Gagal
90 Pamit
91 Terima Kasih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Perjuangan Jihan
2
Terperangkap
3
Melindungi Datiyah
4
Tak Berdaya
5
Cahaya untuk Datiyah
6
Putus Asa
7
Malam Pernikahan
8
Ketabahan Datiyah
9
Ruang Hukuman
10
Keputusan Jihan
11
Pelukan Terakhir Untuk Tiyah
12
Kehidupan Baru Tiyah dan Jihan
13
Sembunyi- Sembunyi
14
Kesedihan
15
Pertemuan
16
Visual Pemeran
17
Amarah
18
Ancaman
19
Harry untuk Mutia
20
Pengkhianatan
21
Hancur
22
Luka Dalam
23
Berubah?
24
Bayangan
25
Perjodohan dan Perjodohan
26
Lamaran yang Romantis?
27
Aku bukan Orang Baik
28
Gaun Pengantin
29
Merasa Terganggu
30
Menikah
31
Kesedihan di Matanya
32
Kecewa
33
Perasaan yang berubah?
34
Berita Skandal
35
Galeri Mutia
36
Tidak Ada Yang Namanya Rahasia
37
Jiwa Anak-Anak
38
Membujuk
39
Hadiah Dari Gama
40
Bukan Cinta Monyet
41
Amanat
42
Terlambat
43
Terkejut
44
Kebiasaan Baru
45
Ini Bukan Cinta
46
Panggilan dari Anton
47
Berbagi Masalah
48
Mama Mertua
49
Hang Out
50
Kecewa
51
Media gosip
52
Sang Pencipta Monster
53
Pulangnya Hendrik
54
Sedihmu juga Sedihku
55
Bingung
56
Khawatir
57
Tak Suka Rasanya
58
Minta tolong
59
Konferensi Pers
60
Pengakuan Cinta
61
Cemburu
62
Bulan Madu dan Kencan?
63
Pria Misterius
64
Katakan Bahwa Kau Mencintaiku
65
Fokus
66
Aira
67
Luka Aira
68
Noda Yang Tak Hilang
69
Emosi
70
Tak Ada Rahasia
71
Pengakuan
72
Bergerak
73
Kecewa dan Amarah
74
Haruskah Aku Berhenti?
75
Tinggalkan Semuanya
76
Malam Pertama
77
Milikku
78
Kemenangan???
79
Hentikan....!!
80
Maaf......
81
canggung
82
Aku Lelah dan Menyerah
83
Bukan ini....
84
Menjauh
85
Salah Sangka
86
Kehidupan Baru
87
Bolehkah Aku Mencintaimu?
88
Kepergian Hendrik
89
Gagal
90
Pamit
91
Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!