"apa Tiyah sudah istirahat dalam kamarnya? " tanya Gama pada Gina melalui WA.
"iya, sepertinya begitu"
"sepertinya begitu? apa maksud kamu? "
"Yah, tadi Hendrik yang nganterin kak Tiyah ke kamar. Aku buru buru mau ke kampus. Lagian kenapa sih, kan mereka udah biasa berduaan."
"iya, tapi kan harusnya kamu lebih perhatiin Tiyah. Gimana kalau dia perlu apa-apa?"
Gina langsung buru buru ke kampus tak mau membalas chat kakaknya yang galay, galau dan alay.
Padahal dia kan juga sudah sibuk dengan Aira.
Sementara itu Gama tanpa sadar meremas ponselnya membayangkan Hendrik berduaan dengan Tiyah.
"Apa kamu tidak bisa lebih serius? " ucap Mutia yang melihat Gama tak fokus pada pembicaraan mengenai konferensi pers yang akan mereka adakan.
Mutia berusaha menangkan dirinya. Kesal melihat anaknya bahkan mempertimbangkan Aira untuk menjadi wanitanya, meskipun ia tahu alasannya membenci Aira.
"Aku akan bicara pada Tiyah, dan memintanya menggelar konferensi pers bersamaku. Kalau begitu aku pulang dulu meminta tolong pada Tiyah."
Belum ada yang menjawab, dia buru-buru pergi beranjak dari tempat duduknya dan pulang ke rumahnya.
"Bagaimana bisa dia membiarkan Hendrik mengantarnya sampai kamar. Padahal aku sudah bilang kalau aku tidak suka ada orang lain masuk dalam kamarku." Gama terus mengoceh tak jelas. Dan Rendra hanya diam mendengarkannya.
Setibanya di rumah, ia melihat Hendrik sedang membersihkan mobil. Hendrik memberinya salam seperti biasa, tapi dia mendengus dan mengabaikannya.
Sementara Rendra hanya menggeleng melihat tingkah Tuan Mudanya yang merajuk, bukan karena Hendrik bersikap kurang ajar padanya, melainkan karena Hendrik mengantar Datiyah sampai kamarnya.
Setibanya di kamar, Gama tak menemukan Datiyah di tempat tidur. Ia mendengar suara air dari kamar mandi. Ia pun duduk menunggu Datiyah selesai mandi.
Agak lama menunggu, Datiyah tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Tiyah? Tiyah?" tapi tak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Gama mencoba mengetuk lagi dan memanggil nama…
Bolehkah Aku Mencintaimu?
Minta tolong
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments