Pagi sekali, semua orang sudah sibuk menyiapkan segala sesuatu.
Pernikahan yang akan digelar sekitar 4 jam lagi ini, membuat semua orang kalang kabut.
Pernikahan yang hanya dua hari lalu baru diputuskan. Tentu saja diputuskan oleh Anton sendiri.
Para pelayan sibuk memoles wajah Jihan agar tidak terlihat bengkak bekas menangis semalam.
Sementara di ruang hukuman, Tiyah yang sudah terbangun sedang duduk di atas tempat tidur. Ia hanya mendengar suara berisik dari luar.
Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka. Anton berdiri di depan pintu.
Entah kenapa Tiyah merasa takut, tapi ia tidak menggerakkan tubuhnya mundur atau berusaha kabur.
Ketika Anton mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Tiyah, secara reflek gadis kecil itu mengangkat tangannya melindungi wajahnya.
"Ayah gak akan mukulin Tiyah hari ini. Karena hari ini adalah hari bahagia untuk kita. Tiyah gak marah sama Mama tadi malam?"
"Ayah?" tanya Tiyah pelan. Menanyakan siapa ayah yang dimaksud.
"Iya, mulai hari ini Tiyah gak boleh lagi manggil Om Anton, tapi panggilnya Ayah Anton. Karena hari ini Ayah akan menikah dengan Mama Jihan." Anton berusaha bersikap lembut.
"Kalau begitu, Om An...bukan, maksud Tiyah, Ayah Anton bakalan jagain Mama kayak Papa jagain mama kan? Ayah Anton juga gak akan bikin mama nangis lagi kan?"
"Iya, selama Mama kamu nurutin Ayah Anton, semuanya akan baik-baik saja.
Tiyah boleh kembali ke kamar hari ini, tapi jangan keluar dari kamar sampai ada pelayan atau Ayah yang mengajak keluar. Paham kan?"
"Iya, Tiyah paham."
Anton memegang tangan Tiyah dan mengantarnya sampai kamarnya.
"Apa yang membuat anak ini tersenyum, apa dia sudah gila karena aku pukuli kemarin?" Anton hanya menggeleng tak percaya, setelah apa yang dilakukan padanya, anak kecil itu masih mempercayainya.
"Bagaiman perasaan Tiyah ke Mama yang sudah cekik Tiyah?" gadis itu dengan cepat menyentuh lehernya.
"Yang penting, Tiyah masih hidup. Mama mungkin gak sengaja. Mungkin mama lagi lupa," ucap gadis itu polos dan menegarkan diri.
Te…
Bolehkah Aku Mencintaimu?
Malam Pernikahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
seizy Kurniawan
next kakak
2020-07-08
1