Mereka berdua menangis dalam pelukan satu sama lain. Jihan ingin mengucapkan kata maaf. Tapi tidak ada kata yang bisa keluar dari bibirnya, mengatakan dan menggambarkan betapa ia meminta maaf pada putrinya.
Mengajaknya masuk ke dalam neraka ini, membiarkan laki-laki itu menyiksanya, bahkan ia sendiri hampir membunuhnya.
Narti yang melihatpun tak kuasa menahan air matanya.
"Nyonya, kita perlu membersihkan luka Non Tiyah," Jihan yang mengingat luka di tubuh putrinya. Lalu melepaskan pelukannya.
Jihan pun membantu Tiyah membersihkan luka-lukanya.
Karena Jihan membujuknya, akhirnya Tiyah mau mandi. Dan Jihan bantu membasuh tubuh putrinya.
Dia ikut meringis, ketika putrinya meringis kesakitan tak sengaja menyentuh luka di tubuh Tiyah. Air matanya tak mau berhenti mengalir.
"Ma...maafin Mama, Tiyah," menangis sesegukan. Ia sangat ingin menahan tangisnya. Tapi ibu mana yang tahan melihat luka di tubuh putrinya yang akan membekas seumur hidupnya.
Tiyah kemudian berbalik menatap ibunya.
"Yang penting sekarang, Mama ada di sini sama Tiyah. Dan kita berdua masih selamat." Semakin tercekat kerongkongannya menahan tangis.
Bagaimana ia mengatakan pada putrinya bahwa hari ini adalah hari terakhir ia bisa bersikap normal pada Tiyah.
Putrinya yang selalu bersikap dewasa, cerdas, ceria. Mengingatkannya pada suaminya, Fuad.
Setelah membersihkan dan mengobati luka Tiyah. Mereka memutuskan untuk tidur.
Entah kenapa Jihan merasa sangat lelah, dan berfikir putrinya akan ada di dekatnya dan bisa memeluknya membuat seluruh fikiran dan tubuhnya nyaman.
Ketika akan terlelap.
"Mah, Tiyah akan tumbuh jadi kuat dan kita akan keluar dari sini."
Jihan membuka matanya, melihat ke arah putrinya yang juga menatapnya sambil mereka berbaring di atas tempat tidur.
"Maksud Tiyah apa?"
"Ingat gak? Papa selalu bilang, Spero Spera. Hidup adalah harapan. Jadi selama Mama dan Tiyah masih hidup kita gak boleh hilang harapan." Tiyah lalau merapatkan pelukannya ke tubuh ibunya.
"Tapi Tiyah, Tiyah tahu kan kalau…
Bolehkah Aku Mencintaimu?
Pelukan Terakhir Untuk Tiyah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
Tika
apa akhirnya bahagia ??
2020-06-29
1
Jam Jam
semoga tiyah bisa bahagia...
2020-06-19
2