" Apa yang membuatmu begitu bangga? dan bisa menyiksa orang lain sesukamu. Aku yakin kau pasti berhasil menurunkanmu besok. Dan aku akan mengambil semua milikku kembali."
Mendengar ucapan Datiyah, Anton berjalan ke arah Datiyah tetapi dihalangi oleh Hendrik yang masih berdarah.
Tiba-tiba di lain arah sebuah tamparan mendarat di pipi Datiyah.
"Plllaaak"....
" Dia itu ayahmu, kamu harus menghormatinya." ucap Jihan yang tiba-tiba masuk dan langsung menamparnya.
Semuanya terdiam. Datiyah yang baru saja tertampar, entah kenapa pipinya tak sakit sama sekali. Tapi hatinya seperti tertusuk. Membuat dadanya terasa sesak..
Air mata yang dia fikir sudah kering tanpa sadari mengalir dengan deras.
Tak ada yang menduganya, Jihan yang selama ini hanya diam, tiba-tiba datang menampar putrinya sendiri.
Datiyah menatap Jihan dengan air mata berlinang. Tak ada yang lebih sakit dari tamparan ibunya sendiri.
"Tiyah....." panggil Jihan lirih..
"Mama mohon, hentikan semua ini, mama gak mau kamu semakin terluka, Mama cukup hidup begini, tak perlu menambah luka Tiyah. Selama kamu tidak terluka, itu sudah cukup bagi mama." batin Jihan berharap putrinya mengerti arti tamparannya.
Karena memang baginya tidak ada yang lebih penting dari anak-anaknya. Anton sudah tidak pernah menyakiti putrinya. Itu sudah cukup baginya.
Tapi Jihan merasa terluka setelah menampar putrinya.
Wanita yang selama ini tak bicara ataupun menyapa putrinya agar tak terluka karena ancaman Anton. Tiba-tiba bicara hal yang sama sekali tidak masuk akal bagi putrinya. Tapi mungkin Jihan tak sadar telah melukai putrinya lebih dalam dari apa yang sudah dilakukan Anton pada putrinya.
"Nyonya". panggil Hendrik pelan.
" Kepalamu?" Jihan tak memperhatikan Hendrik yang berdiri terluka di sampingnya.
"Jika tidak ada yang ingin dibicarakan. Aku akan kembali ke rumah suamiku." ucap Datiyah berusaha menegarkan suaranya.
"Tiyah, tunggu... Mama cuma..."
"Sayang, kamu bisa tinggalkan ruangan ini dan biarkan aku bicara dengan putri kita?" uc…
Bolehkah Aku Mencintaimu?
Kecewa dan Amarah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
Sri Lestari
semangat nulis kakak
2021-11-07
0