Sesampainya di pelataran rumah sinyo keluar dari mobilnya dengan terburu-buru. Langkah kakinya menuju ke kran air di dekat taman yang biasa dipakai untuk menyiram tanaman. Perut yang sejak tadi bergejolak tak bisa ia tahan lagi.
"Huwwekkk..... huwwekkk...."
Makanan yang baru masuk ke dalam perutnya kini berhamburan keluar semua. Tubuhnya seakan tidak bisa menerima makanan rakyat jelata yang tadi ia jejalkan ke dalam mulutnya. Hanya karena ingin membuktikan pada si gadis manis kalau dia bisa hidup seperti masyarakat pada umumnya. Ia rela menahan semua ketidaknyamanan tadi demi membuktikan cintanya pada Indah.
Ia rela melakukan apa saja asal si gadis berkulit sawo matang itu mau menerima cintanya.
Tadi , Daniel memang berusaha keras menahan semuanya. Hal baru yang menjijikan dan membuat kepalanya pening. Perutnya pun seperti diaduk-aduk. Tadi ia bahkan berhasil menghabiskan makanan yang bernama nasi pecel dengan bangga di depan Indah. Meskipun sekarang makanan dan minuman yang ia telan tadi keluar semua tak bersisa.
Kepalanya kini berdenyut nyeri, pusing sekali ditambah lagi kulitnya kini terasa gatal-gatal.
"Kenapa Den?" Pak Didin yang bekerja sebagai sopir di keluarga tergopoh-gopoh mendatangi tuannya yang sedang muntah-muntah.
Daniel tidak menjawab pertanyaan si sopir tapi dia menunjuk ke arah mobilnya agar pak Didin memasukan mobilnya ke dalam garasi dengan benar.
"Saya bantu Den ....!" Pak Didin berusaha membatu memapah karena si tuan muda terlihat pucat dan lemas.
Daniel hanya menggerakkan tangannya, menyuruh Pak Didin pergi kemudian menunjuk mobilnya lagi. Lelaki itu malas bicara karena perutnya masih mual. Ditambah kepalanya terasa sangat berat. Dia berusaha berjalan menuju ke kamarnya dengan berpegangan pada dinding dan sesuatu yang bisa ia gapai.
Namun tubuhnya tak bisa lagi berkompromi dan ia ambruk saat kakinya baru menginjak ruang tamu.
"Aah.....!!!!" Teriakan salah satu pelayan perempuan yang melihat sosok Daniel pingsan. Sontak hal itu membuat selur…
Indahnya Waktu
Pecel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments