Semua orang yang sedang berada di situ panik menghadapi segerombol hewan unggas yang bisa terbang itu. Semakin manusia mengejar semakin mereka mencari perhatian. Berlari kesana kemari menghindari tangan-tangan yang ingin menangkapnya. Kegesitan ayam-ayam itu bahkan diluar prediksi.
Setelah kejar-kejaran, berlari kesana kemari dan semua orang kecapekan barulah ayam-ayam itu menjadi lebih tenang. Sementara para manusia bernafas ngos-ngosan mereka terlihat santai. Tanpa rasa bersalah mereka mematuk-matuk tanaman Indah yang baru berkecambah di pinggir pagar.
Indah menselonjorkan kakinya di tanah, begitu pula dengan dua pengawal yang tadi membawa para ayam. Mereka hanya mampu menatap para ayam tanpa berniat mengusir mereka. Indah terpaksa merelakan tanaman yang beberapa hari ini selalu ia amati, melihat pertumbuhan tiap daun maupun bunganya satu persatu .
"Huft.....huft....huft.....!"
Indah dan dua gadis peengawal itu saling berpandangan kemudian tertawa bersama.
"Maaf nona Indah.... Ini pertama kalinya kami berinteraksi dengan ayam...." Kata salah satu dari mereka.
"Tapi kalau makan sering kan?" Tanya Indah dengan bibir berbalut senyum meski nafasnya masih terengah-engah.
Kedua gadis berpakaian hitam itu saling memandang kemudian tertawa lagi.
"Itu makanan favorit saya...."
"Kayak Upin Ipin...." Kata Indah berkelakar.
"Masak kita disamain sama Upin Ipin non...."
"Heiii kenapa memanggilku non... Aku ini kan tawanan disini. Panggil saja Indah..."
"Tawanan istimewa..."
"Tawanan rasa juragan..."
Kedua pengawal berambut panjang yang dikuncir kuda itu mengatakan secara bersamaan dengan suara lirih sekali.
"Apa?!" Tanya Indah yang tidak mendengar jelas perkataan keduanya.
"Oh eh tidak.... Tidak apa-apa...."
"Kalian namanya siapa?" Tanya Indah
"Ehm.... Saya.... Em... Panggil saja saya Lidya...."
"Panggil saja saya Oktin...."
"Panggil saja.... berarti itu bukan nama asli kalian?" Tanya Indah heran.
"Itu tidak penting nona..."
"Panggil saja saya Indah..."
"Maaf kami tidak berani…
Indahnya Waktu
Adaptasi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments