Sudah seminggu ini Indah beserta ibu dan anaknya tinggal di pengasingan. Hanya Budi yang tidak bersama mereka. Mereka mengatakan kalau Budi sekarang sedang dikuliahkan dan tinggal asrama.
Yang bisa mereka lakukan saat ini hanyalah pasrah dengan keadaan. Toh mereka tak punya kekuatan untuk melawan.
Sebenarnya kehidupan mereka disana juga tidak terlalu buruk, dicukupi segala sesuatunya hanya kebebasan saja yang dikekang. Tak boleh berinteraksi dengan dunia luar. Mereka mengatakan kemungkinan mereka harus menghabiskan waktu disana kurang lebih satu tahunan. Dengan kamera pengawas di segala arah memantau kegiatan mereka selama 24 jam.
Terkadang Indah ingin sekali melihat dunia luar. Ingin melihat indahnya sawah dan burung-burung yang mencicit di waktu petang. Berbincang dan saling menyapa tetangga yang dulu terasa biasa saja kini terasa sangat berharga dan amat ia harapkan.
Saat ini mereka tak ubahnya seperti burung di dalam sangkar emas. Segalanya dengan mudah ia dapatkan kecuali kebebasan.
Klangg....!!!
Ctakkk !!!!
Grdkgrdkgrdkkksrekkkkkkk.......!!!!!
Suara yang tak biasa itu membuat Indah yang sedang berkebun menghentikan aktifitasnya. Ia menoleh pada tembok yang berada beberapa meter di depan rumah yang ia tempati.
Mulutnya terbuka sebab ini kali pertama ia melihat tembok yang berdiri kokoh itu ternyata bisa terbuka dengan sendirinya. Ibu dan putranya yang mendengar suara tadi ikut melongo dibuatnya.
Dari arah itu kemudian keluarlah seorang wanita yang berusia sebaya ibunya. Disusul kemudian dua orang bodyguard cewek dibelakangnya. Hanya saja saat wanita itu melangkah ke arahnya kedua pengawal tadi tidak mengikutinya. Keduanya hanya berdiri di depan pintu besar yang sedang terbuka. Seperti berjaga-jaga.
"Sedang apa?" Tanya wanita itu menyapa Indah yang belum sadar sepenuhnya.
"Eh à itu anu...." Ia menelan ludahnya untuk menenangkan hatinya yang sedikit ketakutan.
"Suka berkebun?" Kata sang wanita sambil berjongkok di dekat Indah.
"I i iya ....." Indah benar-benar di…
Indahnya Waktu
Pengasingan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments