Perasaan pria beristri dua itu sungguh kacau. Ia tak mengira kalau istri mudanya bakal senekat itu. Sebenarnya Bisa saja ia minta tolong pada sepupu istrinya tapi itu tentu saja akan menjatuhkan harga dirinya. Ia memilih pulang dan mencari cara lain.
Sesampainya di rumah ia mendapati Sinyo duduk di ruang makan. Sepertinya ia baru saja menyelesaikan makan malamnya tapi masih enggan untuk beranjak dari duduknya. Wajahnya kini sudah lebih mendingan daripada tadi pagi. Sudah tidak terlalu pucat lagi
"Kenapa baru makan?" Tanya tuan Adi dengan ketus.
"Papa kenapa, datang-datang kok marah-marah. Sinyo kan masih sakit, ini baru mau makan...." Mama Rosi menyela mencoba menengahi keduanya.
"Kunjungi Mamimu .... Dia sedang ada di hotel A-gung...." Perintahnya pada si bungsu.
Daniel melengos mendengar perintah papanya. Ia masih kesal pada maminya kenapa malah disuruh menemuinya.
"Sinyo baru baikan Pa.... Besok kalau sudah sembuh pasti dia kesana..." Lagi-lagi Nyonya Rosi ikut menimpali.
"Biar diantar sama pak Didin...." Tegas Tuan Adi.
"Kenapa mami nyuruh I kesana?" Tanya Daniel sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di meja makan.
"Danielll ..... Kalau disuruh orang tua itu kerjakan saja !!! Nggak usah banyak tanya!!" Tuan Adi menaikkan suaranya hingga terdengar sampai ke setiap penjuru rumah.
"Papa kenapa sih pa??" Daniel pun ikut sewot karena papanya tiba-tiba marah besar.
"Mami mu minta cerai dari Papa...." Katanya dengan nada rendah, seperti orang putus asa
"Baguskan pa? Kita bisa hidup tenang tanpa mami" Jawab Daniel enteng tanpa beban sama sekali.
"Daniellll!!!! Jangan kurang ajar kamu....!"
Lelaki yang wajahnya masih sedikit pucat itu tak terima dibentak oleh papanya. Ia pun berdiri dan menatap wajah sang papa dengan mata menyala.
"Itu benar kan pa? Selama ini mami selalu jadi benalu dalam keluarga kita...." Kata Daniel penuh penekanan.
"Bagaimanapun juga dia adalah ibumu Dannn....." Giginya bergemelatuk menahan emosi.
"Ya....Dia adalah Wanita yang melahirkan I tapi tidak p…
Indahnya Waktu
Emosi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments