Kehilangan

Sementara itu Daniel yang sedang berada di kantor tak bisa konsentrasi pada pekerjaannya. Berkali-kali ia memantau CCTV yang terpasang di kamarnya. Tak ada pergerakan manusia sejak ia berangkat tadi pagi. Ia merasa resah sendiri

"Kemana dia?"

"Sebegitu marahnya?"

"Jangan-jangan dia sudah tidak mau bekerja lagi ...."

Sinyo sudah berusaha untuk konsentrasi membaca laporan dari staffnya namun pikirannya tak bisa dibagi. Yang terlintas dalam kepalanya hanya Indah lagi Indah lagi. Ia takut kalau Indah tak lagi mau bekerja di rumahnya karena marah padanya.

'Apa I harus telpon Budi untuk menanyakan kabar kakaknya? Aahh.... nanti dia akan ikutan marah kalau tahu kakaknya sakit hati karena perbuatan I'

"Arrgggghhhh!!!" Daniel mengacak rambutnya karena kesal pada dirinya sendiri. Kenapa pula dia bersikap seperti itu kemarin. Padahal tahu kalau Indah berbeda dengan mantan-mantannya.

"Stupid you Daniel!!" Katanya sambil menoyor kepalanya sendiri.

Saat di ruang rapat ia pun tak bisa konsentrasi mendengarkan presentasi dari sekretaris Basofi. Raganya ada di tengah-tengah ruangan bersama banyak orang tapi hatinya sedang melanglang buana.

Tangannya tak berhenti bergerak. Mengusap wajah, memegangi janggutnya lalu fokus menatap laptop. Bukan materi rapat yang terpampang di layar namun pantauan Cctv di kamarnya.

Pletak!

"Aduh...!" Daniel mengusap kepalanya yang kejatuhan benda yang keras.

Ternyata bolpen milik kakaknya yang tadi mengenai kepalanya. Bolpen mahal dengan lapisan besi sehingga membuat kepalanya cukup sakit.

Daniel memandang dengan sinis pada si pemimpin rapat. Tapi sedetik kemudian ia memandang seluruh peserta rapat yang kini fokus padanya. Suasana menjadi hening karena tak ada yang berani bicara. Ia menelan ludah karena yakin ada sesuatu yang salah dan ia tak menyadarinya.

"Bagaimana menurut divisi marketing? Apa yang harus diperbaiki ke depannya agar masalah ini tidak terulang setiap kita membuka kawasan perumahan baru?" Tanya Babas sambil bersandar pada kursi kebesara…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!