Nyonya Rosi mendatangi kamar tamu setelah mendengar keributan dari para pembantunya.
"Mike.... kamu disini ?" Wanita paling berkuasa di rumah itu menyapa Mikail dengan perasaan kikuk yang coba ia sembunyikan. Bagaimanapun ia tahu lelaki kepercayaan suaminya itu bukan lelaki biasa. Meski ia tampak seperti pemuda pada umumnya namun Mikail punya banyak anak buah yang bisa jadi mata-mata maupun yang bisa bertarung. Dibalik wajah memikatnya ia punya sejuta rahasia yang hanya diketahui segelintir orang saja.
Ia merasa was-was. Ia yakin Mikail pasti akan tahu apa yang sudah dilakukannya pada Indah dan keluarganya. Tapi untuk sekarang ia akan pura-pura tidak tahu dulu.
"Iya Bu...!" Jawab Mikail seperti para asisten rumah tangga yang sebagian memanggil nyonya Rosi dengan sebutan ibu.
"Kenapa Sinyo?" Tanyanya dengan mata bergulir dari Mikail kemudian menatap sejenak pada Clara.
"Katanya kepalanya pusing lagi...." Jelas Mikail menyimpulkan keadaan Sinyo.
"I pijit ya nyo..." Clara duduk menyamping di tempat tidur sebelah Sinyo. Ia tak malu berlaku seperti seorang istri di depan Nyonya Rosi ataupun pada Mikail.
Dan sebelum Nyonya Rosi melarang , tangan Clara yang mendekat ke kepala sinyo ditampik oleh si pria berkulit putih dan bermain sipit itu. Ia merasa risih pada tindakan Clara yang menurutnya keterlaluan. Ia belum yakin anak yang dikandung Clara adalah anaknya dan ia merasa tidak berkewajiban menikahinya.
"Tinggalkan I sendiri...!" Pinta sinyo pada ketiga orang yang ada.
Mikail dan Clara kemudian keluar dari kamar setelah Mama Rosi memberi persetujuan dengan gerakan kepalanya.
"Mama panggilkan dokter Ibra ya nyo!" Mama Rosi tampak khawatir pada putra tirinya.
"Tak perlu ma. Kepala I pusing karena ada yang tidak suka liat I bahagia...."
Kening nyonya Rosi berkerut mendengar kata-kata Sinyo tapi dia cepat menguasai diri dan bersikap tenang.
"Maksud mu apa nyo?"
Sinyo menggelengkan kepala tanpa mengeluarkan kata. Ia menutup matanya dengan sebelah lengan agar mama tirinya sege…
Indahnya Waktu
Ibu kandung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments