Meyra berbaring diatas ranjang memunggungi posisi suaminya yang terdiam tak bergerak. Lelaki itu masih syok dengan keanehan istrinya. Tak biasanya Meyra secepat ini bersikap tenang. Membuatnya serba salah. Bingung tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.
Matanya mengekori gerakan sang istri sedang kakinya seperti terpaku di bumi. Ia menelan ludah dengan kasar karena bimbang. Punya dua orang istri bukan jaminan seorang pria paham dengan kaum hawa. Dan disinilah dia, gamang. Tak tahu harus berbuat apa.
Setelah terdiam beberapa lama akhirnya ia ikut naik ke atas ranjang. Ia memeluk istrinya dari belakang. Ternyata Meyra menangis tanpa suara. Dari gerakan tangan sang istri Tuan Adi baru menyadari kalau sedari tadi istrinya menangis.
Ini diluar kebiasaan istri keduanya. Meyra biasanya menangis sambil membuang apa saja yang ada di dekatnya. Berteriak tak tahu tempat yang penting emosinya bisa ia luapkan sampai ia merasa puas. Setelah itu barulah ia akan mulai tenang dan bisa diajak bicara.
Tapi kali ini entah kenapa ibu kandung Daniel itu lebih tenang dan pikiran Tuan Adi dibuat kelabakan.
"Maafkan aku Mey...." Kata itu akhirnya yang terucap dari bibir tebalnya.
"Pulanglah..... Jangan membuatku semakin buruk dimata keluargamu....!"
"Mey..... Kita ini keluarga....." Tuan Adi mencium rambut istrinya dengan lembut. Wangi yang ia suka. Bau harum yang berkelas dan mewah.
"Memang aku yang salah. Akulah penyebab semua ini. Aku yang datang mengacaukan kehidupan kalian. Harusnya aku tahu diri. Memilih mundur daripada harus memecah belah keluarga harmonis seperti kalian. Aku tahu kau pria beristri tapi aku justru berambisi bisa memenangkan hatimu. Aku yakin bisa membuatmu meninggalkan Rosi dan anakmu. Seperti yang dulu dikatakan para sesepuh...." Suaranya serak dan tercekat karena air mata tak berhenti keluar membasahi wajah cindonya.
"Mey.... Itu masa lalu.. lupakan semuanya. Kita harus berjalan di masa sekarang dan masa yang akan datang....."
"Rosi memang istimewa. Dia wanit…
Indahnya Waktu
Meyra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments