Kami sudah sampai di kediaman keluarga Adi tapi aku tak bisa langsung keluar dari mobil karena tuan muda Han tertidur di pundakku. Tadi saat aku bercerita ternyata dia mendengarkan sambil terkantuk-kantuk rupanya.
Tuan Sinyo membuka pintu di sebelah keponakannya untuk mengambil si kecil yang masih pulas dalam tidurnya meski posisinya tidak nyaman. Sepertinya dia melihatku sejenak tapi aku pura-pura tidak tahu. Meski aku hanyalah seorang pembantu tapi aku tidak mau dilecehkan oleh majikan seperti tadi.
Aku jadi ingat suamiku, dulu dia sangat menghormati wanita, terutama aku. Sebelum kami menikah dia sama sekali tidak pernah mengatakan hal-hal tabu semacam itu. Hanya setelah menikah saja dia kadang menggodaku dengan hal-hal vulgar yang membuatku malu sampai ke ujung kakiku.
Jadi saat Sinyo edan itu mengatakan hal-hal pribadi seperti tadi, aku langsung marah, bukan malu. Emosiku langsung naik ke ubun-ubun. Panas dan berkobar-kobar seperti api. Refleks ku tadi mungkin terlalu tidak sopan. Aku mengambil salah satu celana berbentuk segitiga yang berjajar rapi dan melemparkannya tepat ke mukanya lalu segera pergi meninggalkan majikan gila itu.
Aku langsung keluar tanpa menghiraukannya. Terserah dia mau berpikir bagaimana, yang pasti aku merasa terhina. Meski begitu aku tetap menunggunya di luar. Bukan tak ingin pulang sendiri tapi aku tak ingin uangku berkurang. Masih banyak pengeluaran yang harus kupikirkan. Disamping itu aku juga harus menabung sebanyak-banyaknya untuk pendidikan Lana dan Budi nantinya.
Sebenarnya aku takut juga kalau seandainya nanti dia akan memecatku tapi emosi ini masih mendominasi. Lihat saja nanti, kalau memang dipecat oleh Sinyo ini aku akan minta bantuan pada nona Sofiyah.
Sinyo singkek itu menggendong tuan muda kecil ke dalam rumah dan aku mengikutinya dari jauh sambil membawa beberapa paper bag. Saat tuan Sinyo masuk ke kamar tuan muda Han aku segera menyelinap masuk ke dalam kamarnya untuk menaruh barang-barang belanjanya. Setelah itu aku b…
Indahnya Waktu
Indah POv
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments