Hampir tengah malam wanita cantik berkulit putih itu bisa terlelap, perasaannya sudah mulai tenang. Apalagi saat ini dia sedang berada dirumah dimana ia dibesarkan oleh kedua orang tua yang begitu menyanyanginya.
Sayup-sayup ia seperti mendengar seseorang tengah bercakap-cakap, matanya mulai mengerjab pelan, berusaha membuka lebar matanya
Tubuhnya menggeliat diatas tempat tidur, dengan malas ia bangkit lalu duduk dipinggiran ranjang. Karena penasaran ia beranjak dari duduknya, lalu mendekati asal suara yang membuatnya penasaran.
"Emang, sudah ibu tanya kenapa Mbak Alin bisa pulang sendiri?"
"Belum, Rencana nanti saja. Mungkin Mbak mu butuh istirahat "
Suara-suara itu semakin jelas ditelingannya, dia hapal suara siapa yang tengah membicarakan dirinya.
Kini ia telah berada di pembatas pintu antara ruang makan dan dapur. Kedua netranya sudah bisa dengan jelas melihat dua orang berbeda gender tengah asyik mengobrol.
Matanya beralih pada adik lelakinya, waktu sudah berlalu sangat cepat, kini adiknya sudah menjelma menjadi pria dewasa penampilannya pun sangat terlihat rapi dan bersih, tubuhnya lebih berotot terlihat dari baju kaos yang dikenakan sang adik, sepertinya tinggi badannya pun sudah melampaui dirinya
Tak sadar, senyuman Alina melengkung dibibirnya tipisnya.
"Nduk, sudah bangun to?"
Sontak teguran dari sang ibu mengenjutkannya, membuatnya gelagapan.
"Duduk sini, ibu bikin teh anget"
Dengan rasa canggung, Alina mengangguk pelan, lalu duduk disebuah kursi plastik yang sengaja ditaruh oleh sang Ayah, Ayahnya memang sangat suka duduk didapur dan mengobrol dengan Ibu sambil menikmati kopi atau teh hangat.
Sejak tadi kedua netra adiknya menatap intens kearah Alina, membuat Alina semain kikuk. Tatapan yang penuh tanya.
Hening. Sesaat tidak ada percakapan apapun diantara mereka. Diam-diam Alina menghembuskan pelan nafasnya.
"Ini, Ibu tadi goreng pisang, masih anget. Buat temen minum teh Nduk" Jari telunjuk sang ibu mengarahkan sebuah piring yang berisikan beberapa potong…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab.43 Rumit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Maggie Toth Lim
bodoh d tiara mbak😂😂😂😂
2025-03-01
0
Ma Em
Alina kalau kamu mau memaafkan Revan kamu sendiri yg paling tersakiti apalagi Revan dan Alena ada anak , Alena tdk akan membiarkan kamu hidup tenang Alina, ya jalan satu satunya lebih baik Alina berpisah dgn Revan
2024-10-06
1
sagi🏹
aduh alin jangan lemah gitu sama perasaanmu nanti revan besar kepala
2024-10-05
1