Tangan Mbak Yati bergetar membawa nampan berisikan secangkir teh hangat dan satu toples kue kering. Kakinya seolah tidak bertenaga untuk sekedar melangkah dan meniti satu persatu anak tangga, namun, sebisa mungkin ia menahannya.
Ia tidak bisa melakukan apapun, sebab, sedari tadi, dirinya terus di awasi oleh mantan istri siri majikannya. Diam-diam, Lenna mengikuti Mbak Yati dari belakang hanya beberapa langkah saja, ia ingin memastikan sendiri jika obat yang ia campurkan benar-benar bereaksi, dan ia juga ingin memantau jika Mbak Yati tidak mengadu apapun pada Revan.
Lenna menyelinap di balik tembok, dan mengintip Mbak Yati saat sudah masuk kedalam kamar Revan, saat itu Revan sedang merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan hanya bagian kakinya saja yang bisa di jangkau oleh mata Lenna.
Tak lama, Mbak Yati keluar dari kamar majikannya dengan wajah yang masih tertunduk dalam-dalam.
Saat akan melewati ruang ke dua, ruang dimana dulunya adalah tempat Alina bersantai, Mbak Yati benar-benar terkejut ketika tangannya tiba-tiba di tarik oleh Lenna. Tubuh kecilnya di dorong kuat ke dinding, mantan sahabat Alina itu mencengkeram kuat dagunya, kedua netra Lenna mendelik seolah ingin keluar dari tempatnya.
"Ngomong apa, kamu sama Mas Revan?" tanyanya dengan suara lirih, pembantu Revan itu hanya menggeleng ketakutan. "Awas, kalo kamu berani macem-macem" ancamnya, lalu menghempaskan dagu Mbak Yati dengan kasar.
Setelah memastikan jika Mbak Yati sudah turun kebawah, Lenna berjalan mengendap, memasuki salah satu kamar tamu yang berada tidak jauh dari ruang kerja Revan. Ia yakin, jika tidak akan mungkin Revan masuk kedalamnya.
Wanita cantik dan sexy itu sudah siap jika sewaktu-waktu Revan membutuhkannya, dan ia berharap jika Revan tidak mencurigai sesuatu.
"Semoga berhasil, aku akan bikin kamu bertekuk lutut di bawah kakiku" bisiknya dalam hati, ia tersenyum sinis. "Kita lihat, Sayang" ia terkikik geli, membayangkan sesuatu hal besar akan membuatnya…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab.95
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Lee Mba Young
Pembantu ne bodoh lbih milih musuh drpd majikane, revan lbih gk mmpu menahan nafsu ya sdh klop wes. setelah sadar pecat saja pembantu dan satpam mu. ganti yg lbih baik. hrse pembantu kn lbih milih majikane kcuali dah di bayar ma lena. pembantu indo mang mata duitan dan bnyak bodohnya. beda kl jd art di luar negri walau usia tua tp ttp bisa berpikir jernih dan jln mn yg di ambil untuk melindungi bos nya apalagi bos nya baik.
revan baik lo tp si babu mlh lbih milih melindungi musuh drpd bos nya.
2024-12-19
3
Farida Rida
Kebanggaan tersendiri buat othornya, Revan yg udh mau tobat malah dibuat bejat lg, mana Lena menang terus
2024-12-19
3
sagi🏹
lagi2 akal sehat kalah dengan nafsu revaaannnnn hadeeehhhhhh masak gk nyadar kalo dijebak betina dajjal
2024-12-19
1