Bab.55 Mulut pedas Mama Rita

Nafas Kayzo terdengar memburu keras, emosinya telah tersulut sejak anak buah William memberitahunya tentang keberadaan laki-laki yang ingin menculik wanita pujaan hatinya.

"**Siapa memerintah kalian untuk menculik wanita pemilik butik tersebut**" ucap Kayzo setelah beberapa menit ia terdiam. Suaranya terdengar berat dan dingin.

Hingga beberapa menit kemudian, belum ada jawaban yang keluar dari mulut kedua pria itu. Mereka menutup rapat-rapat mulutnya.

William yang sudah kehilangan kesabaran pun, kembali menghantam wajah mereka berdua.

"Bedebah !!" ia mengumpat kesal, sembari kakinya menendang dada pria yang ada dibawah kakinya.

"Cukup, Will." Kata Kayzo dengan tenang, namun wajahnyanya menyiratkan sebuah emosi. "Percuma kamu memukulinya, mereka tidak akan buka suara. Kamu hanya membuang-buang tenaga saja, lebih baik, suruh orang-orang kita untuk menyiksa mereka secara perlahan. Mungkin cara itu lebih baik dari pada memukul mereka seperti ini. Buat saja mereka merasa tidak ingin hidup kembali." Sambungnya lagi

...Setelah mengatakan hal tersebut, Kayzo membalikkan tubuhnya. Melangkah dengan langkah lebarnya, pergi dari ruangan yang sepit tersebut, Udara didalam ruangan terasa sangat pengap dan panas....

Kayzo, sudah berada diruang lain, ruangan yang lebih besar dan luas. Sepertinya, ruangan itu dulunya adalah sebuah ruang keluarga.

Lelaki tampan itu duduk disebuah kursi kayu. Menyulut sebuah rokok, lalu mengisap dalam-dalam asapnya, ia hembuskan asapnya secara perlahan, begitu menikmatinya.

Rumah tua tersebut adalah saksi bisu dari kekejaman para kaki tangan Kayzo. Sudah banyak nyawa yang meregang disana dengan cara sadis dan mengerikan.

Sesaat lamunan pria tampan tersebut buyar, sebab dari arah belakang William terus saja mengumpat. Lalu, ia mendaratkan bokongnya disebuah kursi kayu panjang, tepat disamping tuan mudanya.

Nafas William terdengar tersengal-sengal, akibat luapan emosi yang tidak bisa ditahan.

Kayzo menyunggingkan senyumnya melihat tingkah tangan kanann…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

sagi🏹

sagi🏹

thor rasanya pengen mencakar cakar si lena sama mamanya revan /Angry/

2024-10-25

1

holipah

holipah

pelakor jaya trs

2024-10-24

1

Ma Em

Ma Em

Lenna sekarang kamu merasa ada diatas angin tapi sebentar lagi kamu pasti akan merasakan sakitnya karma yg kamu lakukan dan semua kejahatan dan perselingkuhanmu dgn Ferdy terbongkar

2024-10-24

2

lihat semua
Episodes
1 Pelakor itu Sahabatku
2 bab 2. Tamu tak terduga
3 bab.3 tak sengaja bertemu
4 Bab.4 Kedatangan mama mertua
5 Bab.5 Malam bahagia bagi Alina
6 Bab.6 Bertemu Lenna
7 Bab.7
8 Bab.8 Mulai Mendekati Revan
9 Bab.9 Malam panas yang tak sengaja
10 Bab.10 Revan semakin Penasaran
11 Bab.11 Revan tersiksa
12 Bab.12 Merasa Aneh
13 Bab.13 Bertemu Mama Mertua
14 Bab.14 Makan Malam
15 Bab.15 Akal-akalan Lenna
16 Bab.16 Revan Mulai Nakal
17 Bab.17 Tergoda
18 Bab. 18 Alin mengajak Lenna menginap
19 Bab.19 Suara aneh
20 Bab. 20 hampir saja
21 Bab.21 Tidak pulang
22 Bab.22 Merasa bersalah
23 Bab.23 Siapa?
24 Bab.24 Alina kesepian
25 Bab.25 Revan membeli cincin
26 Bab.26 Senam Jantung
27 Bab.27 Mencairkan hati Alina
28 Bab.28 kalau hamil gimana
29 Bab. 29 Membeli Apartemen
30 Bab.30 Pertengkaran Pasangan suami istri
31 Bab.31 Lenna Hamil
32 Bab.32 pesan yang dikirim Lenna
33 Bab.33 Ŕencana Alina
34 Bab.34 Ketahuan
35 Bab. 35
36 Bab. 36 Revan kebingungan
37 Bab.37
38 Bab.38
39 Bab.39 Fakta yang menyakitkan
40 Bab.40
41 Bab.41
42 Bab.42
43 Bab.43 Rumit
44 Bab.44
45 Bab.45
46 Bab.46
47 Bab.47
48 Bab.48 Sidang pertama
49 Bab.49 Lenna semakin menjadi-jadi
50 Bab.50 Pesan Yang dibaca Revan
51 Bab 51 Resmi bercerai
52 Bab 52 Pertemuan yang tidak sengaja
53 Bab 53 Upaya penculikkan
54 Bab.54 Masih selamat
55 Bab.55 Mulut pedas Mama Rita
56 Bab.56
57 Bab.57 Sebuah kebenaran
58 Bab.58
59 Bab.59
60 Bab.60 Kiriman Video
61 Bab.61 Ancaman
62 Bab.62 Mendatangi Lenna kekantor
63 Bab.63
64 Bab.64
65 Bab.65 sebuah rencana
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab.68
69 Bab. 69 tertangkap
70 Bab.70 Cibiran
71 Bab.71
72 Bab.72
73 Bab.73
74 Bab.74
75 Bab.75
76 Bab.76
77 Bab.77
78 Bab.78
79 Bab. 79
80 Bab.80
81 Bab.81
82 Bab.82
83 Bab.83 Kecelakaan
84 Bab.84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab.87
88 Bab. 88
89 Bab.89
90 Bab.90
91 Bab.91
92 Bab.92
93 Bab. 93
94 Bab.94
95 Bab.95
96 Bab. 96 cidera
97 Bab.97
98 Bab.98
99 Bab.99
100 Bab.100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab.103
104 Bab 104
105 Bab.105
106 Bab. 106
107 Bab.107
108 Bab.108
109 Bab.109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab.112
113 Bab.113
114 Bab 114. Dalam diam, ada yang mulai pulih
115 Bab 115 -- kebenaran yang menyala di akhir
116 Bab 116. Bayangan yang masih tersisa
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Pelakor itu Sahabatku
2
bab 2. Tamu tak terduga
3
bab.3 tak sengaja bertemu
4
Bab.4 Kedatangan mama mertua
5
Bab.5 Malam bahagia bagi Alina
6
Bab.6 Bertemu Lenna
7
Bab.7
8
Bab.8 Mulai Mendekati Revan
9
Bab.9 Malam panas yang tak sengaja
10
Bab.10 Revan semakin Penasaran
11
Bab.11 Revan tersiksa
12
Bab.12 Merasa Aneh
13
Bab.13 Bertemu Mama Mertua
14
Bab.14 Makan Malam
15
Bab.15 Akal-akalan Lenna
16
Bab.16 Revan Mulai Nakal
17
Bab.17 Tergoda
18
Bab. 18 Alin mengajak Lenna menginap
19
Bab.19 Suara aneh
20
Bab. 20 hampir saja
21
Bab.21 Tidak pulang
22
Bab.22 Merasa bersalah
23
Bab.23 Siapa?
24
Bab.24 Alina kesepian
25
Bab.25 Revan membeli cincin
26
Bab.26 Senam Jantung
27
Bab.27 Mencairkan hati Alina
28
Bab.28 kalau hamil gimana
29
Bab. 29 Membeli Apartemen
30
Bab.30 Pertengkaran Pasangan suami istri
31
Bab.31 Lenna Hamil
32
Bab.32 pesan yang dikirim Lenna
33
Bab.33 Ŕencana Alina
34
Bab.34 Ketahuan
35
Bab. 35
36
Bab. 36 Revan kebingungan
37
Bab.37
38
Bab.38
39
Bab.39 Fakta yang menyakitkan
40
Bab.40
41
Bab.41
42
Bab.42
43
Bab.43 Rumit
44
Bab.44
45
Bab.45
46
Bab.46
47
Bab.47
48
Bab.48 Sidang pertama
49
Bab.49 Lenna semakin menjadi-jadi
50
Bab.50 Pesan Yang dibaca Revan
51
Bab 51 Resmi bercerai
52
Bab 52 Pertemuan yang tidak sengaja
53
Bab 53 Upaya penculikkan
54
Bab.54 Masih selamat
55
Bab.55 Mulut pedas Mama Rita
56
Bab.56
57
Bab.57 Sebuah kebenaran
58
Bab.58
59
Bab.59
60
Bab.60 Kiriman Video
61
Bab.61 Ancaman
62
Bab.62 Mendatangi Lenna kekantor
63
Bab.63
64
Bab.64
65
Bab.65 sebuah rencana
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab.68
69
Bab. 69 tertangkap
70
Bab.70 Cibiran
71
Bab.71
72
Bab.72
73
Bab.73
74
Bab.74
75
Bab.75
76
Bab.76
77
Bab.77
78
Bab.78
79
Bab. 79
80
Bab.80
81
Bab.81
82
Bab.82
83
Bab.83 Kecelakaan
84
Bab.84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab.87
88
Bab. 88
89
Bab.89
90
Bab.90
91
Bab.91
92
Bab.92
93
Bab. 93
94
Bab.94
95
Bab.95
96
Bab. 96 cidera
97
Bab.97
98
Bab.98
99
Bab.99
100
Bab.100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab.103
104
Bab 104
105
Bab.105
106
Bab. 106
107
Bab.107
108
Bab.108
109
Bab.109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab.112
113
Bab.113
114
Bab 114. Dalam diam, ada yang mulai pulih
115
Bab 115 -- kebenaran yang menyala di akhir
116
Bab 116. Bayangan yang masih tersisa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!