Keesok paginya
Seorang pria tampan masih tertidur pulas di atas tempat tidur.
TING
TING
Sebuah notifikasi muncul dilayar ponselnya. Tidak lama, dering ponselnya kembali terdengar nyari. Tampaknya si penelepon diujung sana sudah tidak sabaran. Berulang kali panggilan masuk diponsel Revan, namun sang empunya ponsel masih tampak pulas, seolah tidak terganggu oleh deringan ponselnya
Hingga beberapa saat, rungu Revan mulai terganggu oleh bisingnya dering ponsel miliknya. Ia mengerjabkan matanya pelan lalu berusaha membuka matanya lebar-lebar
"**Siapa sih! ganggu orang tidur aja**" ucapnya menggerutuk pelan, dengan malas ia pun meraih ponsel. Nama Andi tertera dilayar ponselnya lalu menekan tombol hijau
"Halo. Ngapain sih loe, resek banget pagi-pagi ganggu orang" kata Revan langsung menyemprot si penelepon.
"Eehh.. Ini udah hampir jam 7 ya wir, nggak inget loe kalo hari ini ada rapat penting, hah." Andi membalas ucapan Revan tak kalah sengitnya
"Astaga, mampus gue" ujar Revan panik, lalu ia memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Lalu melempar ponselnya diatas ranjang, dengan langkah terburu-buru ia berjalan kearah kamar mandi.
Mandi secara kilat, meskipun mandi tak lebih dari 10 menit, ia tetap merasakan badannya sedikit lebih segar. Pasalnya, semalam ia tidak berminat untuk beranjang dari ranjang walau hanya sekedar untuk mandi.
Setelah selesai mandinya, drama belum selesai. Ia kebingungan dimana Alina meletakkan pakaian kantornya. Ia membuka beberapa lemari besar yang berada diruang ganti. Setelah mengenakkan pakaian formalnya, ia juga masih disibukkan dengan drama kaos kaki dan dasinya.
Tanpa sarapan ia berjalan cepat kearah garasi dan bergegas berangkat kekantor, tanpa sarapan terlebih dahulu seperti pagi-pagi biasanya
"**Aah... Kacau**" ucapnya dengan kesal, tangannya memukul pelan setir mobilnya. Biasanya Revan selalu berpenampilan sangat rapi, wangi dan tak lupa rambutnya yang selalu tertata rapi. Kini, penampilannya tampak sangat menyedihkan.
Hampir sat…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab.45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Endang Supriati
kebodohan yg hakiki.
2025-07-05
0
Ma Em
Alina biarkan Revan bersama Alenna dan nantinya bukan Alina yg menyesal bercerai dgn Revan tapi sebaliknya Revan yg akan menyesal karena tlh selingkuh dan menyakiti Alina sehingga tdk ada kata maaf untuk Revan
2024-10-09
1
sagi🏹
alin kamu wanita hebat dan bermartabat jangan terpuruk pada keadaan yang membuatmu tertekan dan menyedihkan
2024-10-09
1