Pagi menjelang perlahan di langit Jakarta. Sisa embun menempel di kaca jendela apartemen Alina, membiaskan cahaya matahari jadi warna keemasan lembut.
Kayzo sudah pergi lebih awal, ada urusan di butik baru yang mereka mulai bangun bersama. Di ruang tamu, Alina duduk sendirian, memegang cangkir cokelat yang sudah mulai dingin.
Kedamaian itu terasa baru, tapi juga rapuh.
Karena di balik ketenangan itu, ia tahu—belum semuanya selesai.
Televisi di hadapannya menayangkan siaran berita pagi.
“Kasus besar yang menyeret nama mantan direktur Alina Group, Pak Amir, serta Lenna, kini telah memasuki tahap hukuman. Keduanya resmi menjalani masa tahanan di Lapas Pusat setelah divonis bersalah dalam kasus penipuan, penggelapan aset, dan keterlibatan dalam kecelakaan yang menewaskan sejumlah karyawan.
Namun, satu sosok masih belum tertangkap — Anna, ibu kandung Lenna, yang diduga menjadi dalang utama di balik rangkaian kejahatan tersebut. Polisi telah menyebar daftar pencarian orang dan terus melacak keberadaannya.”
Alina menatap layar itu lama. Nama Anna selalu membuat dadanya sesak — bukan hanya karena dosa wanita itu, tapi karena hubungan masa lalu yang kelam antara mereka.
Wanita itu bukan hanya ibunya Lenna. Ia juga pembunuh ibu kandung Alina sendiri.
Alina menarik napas panjang, lalu mematikan televisi.
“Belum selesai, ternyata…” gumamnya lirih.
Ia tahu, sebelum Anna ditemukan, masa lalunya takkan benar-benar tenang.
Sementara itu, di rumah besar yang kini terasa sepi, Kartika duduk di teras sendirian. Angin pagi berembus lembut, tapi hatinya dingin.
Di atas meja ada secangkir teh yang sudah lama tak tersentuh, di sebelahnya foto keluarga yang kini terasa seperti kenangan dari dunia lain — foto dirinya, Amir, dan Arya, yang dulu penuh tawa dan kebahagiaan.
Kini semuanya hancur.
Langkah kaki terdengar dari dalam. Arya keluar dengan wajah tegang.
“Ibu belum makan lagi?” tanyanya lembut.
Kartika menggeleng pelan. “Entah kenapa, setiap kali aku mau makan, yang terbayang cuma waja…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab 116. Bayangan yang masih tersisa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments