Kedua netranya terus mengamati di setiap sudut bangunannya.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu, Bu." Tegur seorang wanita muda, sepertinya tingkah Alina sudah menarik seseorang. Seketika putri tunggal Adiyakso tersadar dari lamunannya, dan langsung menatap kearah wanita muda yang ada di hadapannya.
"Hah ..." Alin tergagap, ia merasa asing dengan orang yang berdiri di hadapan ini.
"Ada yang bisa saya bantu, Bu?" tanyanya kembali dengan wajah yang terkesan ramah. Namun, bukannya menjawab, Alin hanya diam memperhatikannya. Dahinya berkerut, ia menebak-nebak siapa orang di hadapannya itu.
"Ka-kamu, siapa?" tanya Alin.
"Nama saya, Suci, Bu. Pegawai butik ini." Jawabnya memperkenalkan dirinya, dan Alin terkejut mendengarnya.
"Suci? Pegawai baru?" beonya tak percaya. Wanita muda di hadapannya itu hanya mengangguk santun.
Lantas, Alin baru menyadarinya, bukan hanya Suci yang asing baginya, namun, beberapa orang lainnya juga tidak ia kenal sama sekali. Dan mereka juga memakai pakaian yang seragam.
"Apa ayah mengganti semua dengan pegawai baru? Lalu ... pegawaiku kemana? Apa ayah memecatnya?" bisiknya dalam hati dengan gusar.
"Kalo bener, ini nggak bisa di biarin. Aku harus bicara dengan Ayah." Katanya dengan menahan rasa geram.
"Saya ingin bertemu dengan Pak Amir, apa beliau ada disini?"
"Ada, Bu. beliau ada di ruang bel--" sebelum Suci menyelesaikan ucapannya, Alin sudah berjalan dengan langkah cepat walaupun masih sedikit tertatih. Membuat Suci terkejut.
"Eh, Bu! Bu! tunggu!!" Serunya mengejar langkah Alina, ia meraih lengannya dan menghentikan langkah Alina.
"Maaf, Bu. Sebaiknya Ibu tunggu disini saja, saya akan masuk kedalam untuk memberitahukan Bapak." Ucapnya dengan takut-takut.
"Tidak perlu, saya pemilik butik ini, jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk memanggil Ayah saya." Ungkap Alin yang tidak bisa lagi mengendalikan emosinya. Dadanya terlihat memburu, menatap Suci dengan tajam.
"Ba-baik, Bu." Jawab Suci sera…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab.109
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
efridaw995@gmail.com
Thor kapan kebahagiaan buat Alina malah ayah angkatnya pun gak taunya pecundang cepat terbongkar lah Tampa harus Alina terluka dan tersakiti kembali
2025-03-03
0
sagi🏹
marhaban ya ramadhan kaka othor selamat menjalankan ibadah puasa..
ternyata Amir penjahat nya dan mama revan
2025-03-02
0