Malam itu setelah Kayzo pamit dan pintu apartemen tertutup, Alina masih duduk di sofa, menatap dua gelas cokelat panas yang kini tinggal separuh. Kehangatan dari percakapan mereka masih menempel di udara—hangat yang membuatnya seolah bisa bernapas lagi setelah sekian lama hidup dalam ketakutan.
Apartemen itu sunyi.
Biasanya Kartika, ibu angkatnya, akan duduk di pojok ruang tamu sambil membaca koran atau mengomentari acara televisi. Tapi kali ini, tak ada siapa pun. Kartika sedang pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta, setelah semua kejadian berat yang menimpa keluarga mereka.
Dan Arya, saudara angkat Alina, sudah beberapa bulan terakhir sibuk kuliah di kota lain.
Jadi malam itu, hanya ada Alina seorang diri di apartemen yang tenang namun terasa begitu luas dan sepi.
Ia menatap jendela besar yang menampakkan panorama kota di bawah sana — cahaya lampu berkelip seperti bintang. Tapi keindahan itu terasa jauh. Ada sesuatu di udara malam yang membuat dadanya sesak.
Ponselnya bergetar pelan.
Nomor tak dikenal muncul di layar.
“Ya, halo?”
“Lin…” suara itu serak, namun Alina langsung mengenalinya. Lenna.
“Kenapa kamu masih nyari aku?” suara Alina terdengar tenang tapi matanya menatap tajam ke arah jendela.
Lenna tertawa pendek. “Kamu pikir semuanya udah selesai? Aku masih punya rekaman, Lin. Bukti tentang ayah kamu dan tentang semua harta itu. Aku bisa bikin nama kamu hancur dalam semalam.”
“Kamu capek gak, Len?” tanya Alina pelan. “Terus nyakitin orang lain biar kamu ngerasa menang?”
Lenna terdiam sebentar, lalu berbisik, “Kamu gak akan ngerti. Dunia selalu pilih kamu. Aku cuma pengen ngerasain dikit aja jadi orang yang di atas.”
“Kalau itu caramu dapet kebahagiaan, kamu gak akan pernah tenang.”
“Tenang? Aku akan tenang setelah lihat kamu jatuh!” teriak Lenna. “Aku dateng sekarang ke tempatmu!”
Telepon terputus.
Alina berdiri, menatap pintu. Tangannya sedikit bergetar, tapi wajahnya tetap tenang.
Ia sudah belajar—dari semua luka, dari semua kehilangan—bahwa lari tak a…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab 115 -- kebenaran yang menyala di akhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments