"**Alin, kok malah bengong, buatkan Kopi sana**." Teguran sang ayah kembali menarik ia dari lamunannya, dengan senyum yang dipaksakan ia mengangguk lalu pergi dari sana tanpa menoleh sedikitpun kearah mantan suaminya.
Melihat sikap mantan istrinya yang bersikap dingin kepadanya, membuat laki-laki tampan itu merasa sedikit kecewa.
Melihat ada rasa tak nyaman dan canggung yang tersirat dari kedua mantan pasangan suami istri itu, ayah Alina itu mencoba mencairkan suasananya.
Kedua pria berbeda generasi tersebut, nampak sedang asyik berbincang dengan berbagai macam topik obrolan yang terdengar seru.
Sedangkan Alin, wanita itu sedang sibuk membuatkan dua cangkir kopi dan sepiring makanan, acapkali suara-suara tawa renyah dari kedua pria didepan sana terdengar sampai ditempatnya berdiri saat ini.
Sebuah helaan napas terdengar dari rongga hidung wanita cantik dengan rambut terurai hitam.
Beberapa menit kemudian, dua cangkir kopi sudah siap dan ia membawanya keruang tamu dengan langkah yang berat dan terpaksa.
Sesampainya diruang tamu, tanpa senyum ia meletakkan kopi tersebut dihadapan mantan suaminya, jantung Revan mulai berdegub kencang saat jarak keduanya tidak terlalu jauh, pria itu bisa melihat dengan jelas cetakkan wajah ayu mantan istrinya. Hidung mancung, bulu mata yang lentik, dan bibir tipisnya seolah tercetak dengan sempurna disana, membuatnya terpaku..
Hingga suara mantan mertuanya menyadarkan ia dari lamunan laknatnya dan membuatnya gugup.
"**Silahkan diminum, Nak Revan."**
**"I-iya, Yah**." Jawabnya dengan gugup, sesekali netranya melirik kearah Alin yang duduk disamping ayahnya, namun Alin tidak pernah sekalipun melihat atau sekedar melirik kearahnya, pandangannya selalu mengarah ke objek lainnya.
"Katanya, tempo hari ayah kecelakaan?" ucap Revan mencoba membuka obrolan terlebih dahulu.
"Iya, tapi keadaan ayah sudah membaik, Nak Revan kok tau?" tanya ayahnya, pertanyaan tersebut juga ada didalam benak Alin, lantas ia menatap kearah mant…
Pelakor Itu Sahabatku
Bab.76
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Lee Mba Young
Baik banget bpknya pdhl anak perempuannya di sakiti lo ma suaminya apa mungkin krn bukan anak kandung mkne gk bisa jd garda terdepan Alina saat revan nyakiti Alina.
ya mungkin bgitu tak ada ikatan darah mkne bpk Alina gk sakit hati si revan datang pdhl jelas sekali dah nyakiti Alina.
berarti nikahnya gk sah dong krn bukan bpknya. kasian Alina.
2024-11-15
2
Erni Nofiyanti
nelantarin anak perempuan dan istrinya.demi wanita Laen dan anak tirinya
2024-11-15
1
Diah Anggraini
kalo saya berharap alina mw balik lagi sama revan..
walaupun masih sakit ati ya lin
2025-01-16
0